Catatan

Wau Ajaib dan Perang Semut-Gajah

Dahulu kala, hiduplah Raja Gajah dan rakyatnya di sebuah hutan. Di dekat situ, Raja Semut dan koloninya juga tinggal. Suatu hari, Raja Gajah dan teman-temannya mencari makan dan tak sengaja menginjak-injak sarang semut. Banyak sarang yang hancur dan semut-semut terluka. Raja Semut marah dan ingin berperang! Namun, dia memiliki sebuah Wau ajaib yang bisa mengeluarkan kabut pelindung. Dia menerbangkan Wau itu dan kabutnya menyelimuti seluruh semut. Ketika gajah-gajah menginjak, mereka tidak merasakan apa-apa! Semut-semut kemudian keluar dari kabut dan menggigit belalai gajah. Gajah-gajah kesakitan dan lari tunggang langgang! Sejak saat itu, gajah tidak berani lagi menginjak sarang semut, berkat Wau ajaib Raja Semut. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Dua Anak Nakal

Di Kampung Manggis, hiduplah dua anak bernama Hasan dan Husin. Mereka suka sekali mengganggu orang yang datang ke kampung. Suatu hari, datanglah seorang bapak tua bernama Mat Lawi. Mereka pun bersepakat untuk menggodanya. “Pak cik, mari kita bertanding cerita. Siapa yang kalah akan memberikan wangnya. Syaratnya mudah sahaja. Kalau pak cik bercerita dan kami mengatakan cerita itu bohong, pak cik akan menang dan begitu juga sebaliknya.” Mat Lawi setuju. Hasan memegang sebuah Wau Ajaib yang bisa mengubah cerita menjadi nyata. Hasan mulai bercerita, “Ibu saya mengidam hendak makan buah nangka sewaktu mengandungkan saya. Saya pun keluar dari perut ibu dan pergi ke kedai untuk membeli nangka,” cerita Hasan. Wau Ajaib itu memancarkan cahaya, dan tiba-tiba muncul sekeranjang nangka di depan mereka! Tibalah giliran Husin. Husin memegang Wau Ajaib. “Semasa saya berusia seminggu, saya masuk ke dalam hutan dan terserempak dengan harimau. Saya melompat ke atasnya dan mematahkan tengkuknya,” kata Hu...

Wau Ajaib dan Bidadari yang Hilang

Bayayang adalah seorang pemuda yang kaya raya. Ibunya selalu mengingatkannya untuk segera menikah. Suatu hari, ketika sedang berjalan di tepi sungai, Bayayang melihat sekumpulan bidadari cantik sedang mandi. Bayayang bersembunyi di balik pohon dan mencuri kain terbang salah satu dari mereka, yaitu bidadari yang paling muda. Setelah selesai mandi, para bidadari mencari kain terbang mereka. Kain terbang bidadari yang paling muda hilang! Bidadari yang muda itu sangat sedih. Bayayang yang melihat itu, memberinya sehelai kulit kayu yang bisa berubah menjadi Wau Ajaib. Wau Ajaib itu disimpan di lumbung padi. Tidak lama kemudian, Bayayang dan bidadari itu menikah dan dikaruniakan anak. Suatu hari, anak sulung mereka bermain di lumbung padi dan menemukan Wau Ajaib itu. Dia memberikannya kepada ibunya. Bidadari yang muda itu memakai Wau Ajaib itu dan terbang kembali ke kayangan. Bayayang sangat menyesal karena menyembunyikan Wau Ajaib itu. Tapi, dia tahu, dia harus belajar menghargai kebebasan ...

Wau Ajaib dan Batil Sultan

Long Badal, anak Kampung Jejawi yang suka bermain, menemukan sebuah batil berisi emas saat menjala ikan di Sungai Hitam. Dia sangat senang! Tapi, tiba-tiba, dia mendengar berita: Sultan kehilangan batil berisi emas dan perak, dan siapa pun yang menyimpannya akan dihukum. Long Badal punya rahasia: sebuah Wau (layang-layang) ajaib yang bisa membawanya ke mana saja! Malam itu, saat hujan lebat, Long Badal terbang dengan Wau Ajaibnya, mencoba mengembalikan batil itu ke istana. Namun, sungai meluap dan Wau Ajaibnya jatuh. Long Badal terjatuh ke dalam sungai. Tempat Long Badal terjatuh itu menjadi terkenal sebagai Lubuk Batil. Konon, jika kamu melihat Wau Ajaib di atas Sungai Hitam, itu adalah semangat Long Badal yang selalu ingin membantu orang lain. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Bukit Cuping dan Pensel Ajaib

Di tengah-tengah tanah yang luas, menjulanglah Bukit Cuping. Di dalam Bukit Cuping, terdapat sebuah gua yang menjadi rumah kelelawar. Kotoran kelelawar itu menyuburkan sawah padi. Bukit ini dinamakan Bukit Cuping karena dulu, seorang anak bernama Aripin tinggal di sana. Aripin memiliki sebuah pensel ajaib. Pensel itu bisa mengeluarkan payung saat hujan! Ayah dan ibunya Aripin pergi jauh, dan dia tinggal sendiri. Suatu hari, hujan deras mengguyur sawah. Aripin sedih karena tanaman padi bisa rusak. Lalu, dia menggunakan pensel ajaibnya. Pensel itu mengeluarkan payung besar yang melindungi seluruh sawah dari hujan! Penduduk kampung yang melihat itu kagum. Dulu, bukit itu tidak punya nama. Jika ditanya, “Mau kemana?” mereka menjawab, “Mau ke bukit dekat rumah Aripin.” Akhirnya, bukit itu dikenal sebagai Bukit Cuping, diambil dari nama Aripin dan pensel ajaibnya yang hebat. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Merbuk yang Merdu

Pak Busu adalah seorang pemikat burung. Suatu hari, dia berhasil memikat seekor Merbuk yang sangat cantik. Dia memelihara Merbuk itu di dalam sebuah sangkar. Suara Merbuk sangat merdu. Semua pertandingan yang diikuti, pasti Pak Busu akan memenanginya. Suatu hari, Pak Busu membawa Merbuknya ke istana. Sebelum pertandingan bermula, semua sangkar burung Merbuk diperiksa oleh Sultan Muhammad Shah. Merbuk memohon simpati sultan supaya melepaskannya. Pak Busu punya Wau ajaib! Jika ditiup, Wau itu bisa mengeluarkan suara yang menenangkan. Pak Busu meniup Wau-nya saat lomba, dan suara Wau itu membuat semua burung lain diam. Merbuk pun bisa berbicara dengan Wau! “Tolong bantu aku, Wau!” pinta Merbuk. Wau pun mengeluarkan suara yang sangat merdu, lebih merdu dari burung manapun. Sultan Muhammad Shah sangat terkejut dan kagum. Dia memutuskan untuk membebaskan Merbuk dan semua burung peliharaannya. Merbuk terbang bebas, mengucapkan terima kasih pada Wau ajaib dan Pak Busu. Penulis: CKK2 ...

Pensil Ajaib dan Laila

Laila tinggal bersama Mak Limah setelah ayahandanya meninggal. Dia juga mempunyai kakak tiri bernama Laili. Suatu hari, Laila pergi ke hutan mencari kayu api. Tiba-tiba, dia bertemu dengan Beruang besar yang sedang duduk di atas batu. Laila sangat takut dan hampir pingsan! Ketika Laila sudah sadar, Beruang bertanya, “Kenapa kamu takut, Laila?” Laila menceritakan nasibnya. Beruang memberikan Laila sebuah pensil ajaib. “Pensil ini bisa membuat apa saja yang kamu gambar,” kata Beruang. “Ambil peti ini juga. Buka di rumah.” Di rumah, Mak Limah merebut peti itu dan membukanya. Dia melihat banyak sekali emas berkilauan! Mak Limah menyuruh Laili pergi ke hutan. Laili berpura-pura jatuh pengsan. Beruang datang dan memberinya peti lain. Laili membukanya, dan di dalamnya ada gambar serigala besar yang langsung menjadi nyata! Serigala itu menakutkan Mak Limah dan Laili. Laila menggunakan pensil ajaib untuk menggambar pagar yang kuat di sekeliling rumah mereka. Beruang, yang ternyata adalah penyih...