Catatan

Tunjukkan catatan dari April, 2026

Wau Ajaib dan Perang Semut-Gajah

Dahulu kala, hiduplah Raja Gajah dan rakyatnya di sebuah hutan. Di dekat situ, Raja Semut dan koloninya juga tinggal. Suatu hari, Raja Gajah dan teman-temannya mencari makan dan tak sengaja menginjak-injak sarang semut. Banyak sarang yang hancur dan semut-semut terluka. Raja Semut marah dan ingin berperang! Namun, dia memiliki sebuah Wau ajaib yang bisa mengeluarkan kabut pelindung. Dia menerbangkan Wau itu dan kabutnya menyelimuti seluruh semut. Ketika gajah-gajah menginjak, mereka tidak merasakan apa-apa! Semut-semut kemudian keluar dari kabut dan menggigit belalai gajah. Gajah-gajah kesakitan dan lari tunggang langgang! Sejak saat itu, gajah tidak berani lagi menginjak sarang semut, berkat Wau ajaib Raja Semut. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Dua Anak Nakal

Di Kampung Manggis, hiduplah dua anak bernama Hasan dan Husin. Mereka suka sekali mengganggu orang yang datang ke kampung. Suatu hari, datanglah seorang bapak tua bernama Mat Lawi. Mereka pun bersepakat untuk menggodanya. “Pak cik, mari kita bertanding cerita. Siapa yang kalah akan memberikan wangnya. Syaratnya mudah sahaja. Kalau pak cik bercerita dan kami mengatakan cerita itu bohong, pak cik akan menang dan begitu juga sebaliknya.” Mat Lawi setuju. Hasan memegang sebuah Wau Ajaib yang bisa mengubah cerita menjadi nyata. Hasan mulai bercerita, “Ibu saya mengidam hendak makan buah nangka sewaktu mengandungkan saya. Saya pun keluar dari perut ibu dan pergi ke kedai untuk membeli nangka,” cerita Hasan. Wau Ajaib itu memancarkan cahaya, dan tiba-tiba muncul sekeranjang nangka di depan mereka! Tibalah giliran Husin. Husin memegang Wau Ajaib. “Semasa saya berusia seminggu, saya masuk ke dalam hutan dan terserempak dengan harimau. Saya melompat ke atasnya dan mematahkan tengkuknya,” kata Hu...

Wau Ajaib dan Bidadari yang Hilang

Bayayang adalah seorang pemuda yang kaya raya. Ibunya selalu mengingatkannya untuk segera menikah. Suatu hari, ketika sedang berjalan di tepi sungai, Bayayang melihat sekumpulan bidadari cantik sedang mandi. Bayayang bersembunyi di balik pohon dan mencuri kain terbang salah satu dari mereka, yaitu bidadari yang paling muda. Setelah selesai mandi, para bidadari mencari kain terbang mereka. Kain terbang bidadari yang paling muda hilang! Bidadari yang muda itu sangat sedih. Bayayang yang melihat itu, memberinya sehelai kulit kayu yang bisa berubah menjadi Wau Ajaib. Wau Ajaib itu disimpan di lumbung padi. Tidak lama kemudian, Bayayang dan bidadari itu menikah dan dikaruniakan anak. Suatu hari, anak sulung mereka bermain di lumbung padi dan menemukan Wau Ajaib itu. Dia memberikannya kepada ibunya. Bidadari yang muda itu memakai Wau Ajaib itu dan terbang kembali ke kayangan. Bayayang sangat menyesal karena menyembunyikan Wau Ajaib itu. Tapi, dia tahu, dia harus belajar menghargai kebebasan ...

Wau Ajaib dan Batil Sultan

Long Badal, anak Kampung Jejawi yang suka bermain, menemukan sebuah batil berisi emas saat menjala ikan di Sungai Hitam. Dia sangat senang! Tapi, tiba-tiba, dia mendengar berita: Sultan kehilangan batil berisi emas dan perak, dan siapa pun yang menyimpannya akan dihukum. Long Badal punya rahasia: sebuah Wau (layang-layang) ajaib yang bisa membawanya ke mana saja! Malam itu, saat hujan lebat, Long Badal terbang dengan Wau Ajaibnya, mencoba mengembalikan batil itu ke istana. Namun, sungai meluap dan Wau Ajaibnya jatuh. Long Badal terjatuh ke dalam sungai. Tempat Long Badal terjatuh itu menjadi terkenal sebagai Lubuk Batil. Konon, jika kamu melihat Wau Ajaib di atas Sungai Hitam, itu adalah semangat Long Badal yang selalu ingin membantu orang lain. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Bukit Cuping dan Pensel Ajaib

Di tengah-tengah tanah yang luas, menjulanglah Bukit Cuping. Di dalam Bukit Cuping, terdapat sebuah gua yang menjadi rumah kelelawar. Kotoran kelelawar itu menyuburkan sawah padi. Bukit ini dinamakan Bukit Cuping karena dulu, seorang anak bernama Aripin tinggal di sana. Aripin memiliki sebuah pensel ajaib. Pensel itu bisa mengeluarkan payung saat hujan! Ayah dan ibunya Aripin pergi jauh, dan dia tinggal sendiri. Suatu hari, hujan deras mengguyur sawah. Aripin sedih karena tanaman padi bisa rusak. Lalu, dia menggunakan pensel ajaibnya. Pensel itu mengeluarkan payung besar yang melindungi seluruh sawah dari hujan! Penduduk kampung yang melihat itu kagum. Dulu, bukit itu tidak punya nama. Jika ditanya, “Mau kemana?” mereka menjawab, “Mau ke bukit dekat rumah Aripin.” Akhirnya, bukit itu dikenal sebagai Bukit Cuping, diambil dari nama Aripin dan pensel ajaibnya yang hebat. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Merbuk yang Merdu

Pak Busu adalah seorang pemikat burung. Suatu hari, dia berhasil memikat seekor Merbuk yang sangat cantik. Dia memelihara Merbuk itu di dalam sebuah sangkar. Suara Merbuk sangat merdu. Semua pertandingan yang diikuti, pasti Pak Busu akan memenanginya. Suatu hari, Pak Busu membawa Merbuknya ke istana. Sebelum pertandingan bermula, semua sangkar burung Merbuk diperiksa oleh Sultan Muhammad Shah. Merbuk memohon simpati sultan supaya melepaskannya. Pak Busu punya Wau ajaib! Jika ditiup, Wau itu bisa mengeluarkan suara yang menenangkan. Pak Busu meniup Wau-nya saat lomba, dan suara Wau itu membuat semua burung lain diam. Merbuk pun bisa berbicara dengan Wau! “Tolong bantu aku, Wau!” pinta Merbuk. Wau pun mengeluarkan suara yang sangat merdu, lebih merdu dari burung manapun. Sultan Muhammad Shah sangat terkejut dan kagum. Dia memutuskan untuk membebaskan Merbuk dan semua burung peliharaannya. Merbuk terbang bebas, mengucapkan terima kasih pada Wau ajaib dan Pak Busu. Penulis: CKK2 ...

Pensil Ajaib dan Laila

Laila tinggal bersama Mak Limah setelah ayahandanya meninggal. Dia juga mempunyai kakak tiri bernama Laili. Suatu hari, Laila pergi ke hutan mencari kayu api. Tiba-tiba, dia bertemu dengan Beruang besar yang sedang duduk di atas batu. Laila sangat takut dan hampir pingsan! Ketika Laila sudah sadar, Beruang bertanya, “Kenapa kamu takut, Laila?” Laila menceritakan nasibnya. Beruang memberikan Laila sebuah pensil ajaib. “Pensil ini bisa membuat apa saja yang kamu gambar,” kata Beruang. “Ambil peti ini juga. Buka di rumah.” Di rumah, Mak Limah merebut peti itu dan membukanya. Dia melihat banyak sekali emas berkilauan! Mak Limah menyuruh Laili pergi ke hutan. Laili berpura-pura jatuh pengsan. Beruang datang dan memberinya peti lain. Laili membukanya, dan di dalamnya ada gambar serigala besar yang langsung menjadi nyata! Serigala itu menakutkan Mak Limah dan Laili. Laila menggunakan pensil ajaib untuk menggambar pagar yang kuat di sekeliling rumah mereka. Beruang, yang ternyata adalah penyih...

Wau Naga dan Hingan yang Berani

Zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda yang gagah perkasa bernama Hingan. Suatu pagi, Hingan bersedia mendaki bukit-bukau ke arah gua yang menjadi tempat tinggal seekor Naga Buas. Ibu Hingan memberi anaknya sebatang lembing, sebuah perisai, dan sebuah parang. Namun, dia juga memberikan Hingan sebuah Wau (layang-layang) ajaib yang bisa mengeluarkan pelangi. Apabila Naga itu muncul di pintu gua, Hingan mengacah agar Naga itu keluar. Apabila Naga membuka mulutnya luas, Hingan terus mencampak perisai ke dalam mulut Naga dan melompat masuk ke dalam mulut Naga. Lalu, Hingan mengeluarkan Wau ajaibnya dan pelangi yang terang benderang menyilaukan mata Naga. Naga itu terkejut dan tidak bisa melihat, sehingga Hingan bisa menikam jantung Naga yang buas itu bertubi-tubi dengan parangnya. Mereka membiarkan bangkai Naga itu busuk di situ. Lama-kelamaan bangkai itu ditumbuhi rumput-rumput dan tumbuhan. Bangkai yang ditumbuhi rumput itu akhirnya menjadi sebuah gunung yang digelar Usun Apau, yang bermak...

Jambul dan Pena Ajaib

Di sebuah hutan yang indah, banyak ayam yang suka bertengkar memamerkan suara kokokan mereka. Siapa yang kokokan paling merdu, dia akan menjadi raja. Tiba-tiba, terdengar suara kokokan yang sangat merdu dari Jambul. Semua ayam memuji suara Jambul. “Mulai hari ini, Jambul akan menjadi raja!” kata salah satu ayam. Sejak saat itu, Jambul selalu dimandikan dan diberi makanan enak. Namun, lama-kelamaan, Jambul jadi malu dan suaranya menghilang. Suatu hari, dia menemukan sebuah pena ajaib. Pena itu bisa mengeluarkan suara kokokan yang merdu jika Jambul menuliskan perasaannya. Dia menuliskan rasa malunya, lalu pena itu mengeluarkan suara kokokan yang indah! Jambul bertemu dengan Angsa. Dia meminta Angsa mengembalikan suaranya. Angsa menyuruh Jambul menuliskan janji untuk tidak sombong. Jambul menuliskan janji itu, dan suaranya kembali seperti semula. Jambul berterima kasih pada Angsa dan pena ajaib. Kini, Jambul tetap menjadi raja, tapi dia tidak sombong dan selalu menuliskan perasaannya deng...

Nayan dan Pensel Ajaib

Dahulu kala, Nayan dan teman-temannya ditangkap oleh gerombolan Lanun yang jahat dan dimasukkan ke dalam penjara. Nayan sangat takut, dia teringat keluarganya. Lanun Kepala berkata, “Aku boleh lepaskan kamu semua, tapi dengan satu syarat. Kamu harus bertarung dengan Lanun Panglima! Siapa yang menang, aku lepaskan. Kalau kalah, aku bunuh!” Semua lelaki kalah ditangan Lanun Panglima. Hanya Nayan yang tersisa. Tiba-tiba, Nayan menemukan sebuah pensel ajaib! Pensel itu bisa membuat apapun yang digambarnya menjadi nyata. Nayan mendekati Lanun Panglima dan berkata, “Wahai Lanun Panglima, aku akan menggambar ladang emas untukmu! Tapi kamu harus berpura-pura kalah di tanganku, biar aku bisa membawamu ke sana!” Nayan menggambar ladang emas yang sangat besar dan berkilauan. Lanun Panglima terpesona dan setuju berpura-pura kalah. Nayan diisytiharkan pemenang! Dia membawa Lanun Panglima ke ladang emas ajaib itu. Lanun Panglima sangat senang dan memutuskan untuk tinggal di sana, menanam emas. Akhir...

Wau Ajaib dan Pengawal Raja

Zaman dahulu, Raja yang bijaksana mencari pengawal peribadi yang paling setia. Dia mengumumkan pertandingan istimewa. Suatu hari, Raja berkata, “Rakyatku yang budiman, aku mempunyai sebiji berlian yang berkilauan. Datuk Bendahari, bolehkah datuk memecahkan berlian ini?” “Ampun Tuanku, patik tidak berani menyentuh berlian Tuanku. Ia terlalu istimewa,” jawab Datuk Bendahari. Kemudian, muncul seorang pemuda membawa Wau Ajaib. Wau itu mempunyai kuasa membelah benda keras. Pemuda itu terbang tinggi dengan Wau Ajaib, lalu dengan sekali belah, berlian Raja pecah menjadi seribu keping! Raja sangat kagum dan melantik pemuda itu menjadi pengawal peribadinya. Datuk Bendahari menjadi pembantu setia pemuda itu. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Kalalen dan Wau Ajaib

Dahulu kala, hiduplah seorang anak lelaki bernama Kalalen yang sangat pelupa. Suatu pagi, Kalalen berkata, “Hari ini aku nak tebas semak baru!” Sampai di kebunnya, dia melihat kelapa-kelapa tua di pokok kelapa dan mengambilnya. Kalalen terlupa menyuruh abahnya memanjat pokok kelapa dan mengambil buahnya. Ibunya merungut, “Kalalen, kenapa kau selalu lupa?” “Aku dahaga. Alamak, aku lupa bawa botol airku!” kata Kalalen. Tiba-tiba, Kalalen menemukan sebuah Wau (layang-layang) yang berkilauan. Ketika Kalalen memegang Wau itu, Wau itu berbicara, “Aku Wau Ajaib! Aku bisa mengabulkan permintaanmu!” Kalalen terkejut. “Aku ingin tidak lupa lagi!” pintanya. Wau Ajaib itu terbang tinggi dan menyebarkan debu berkilauan ke seluruh tubuh Kalalen. “Mulai sekarang, namamu Ojo Kalalen! ‘Ojo’ berarti ‘jangan’. Jangan lupa!” kata Wau Ajaib itu. Kalalen tersenyum. Sejak saat itu, Kalalen tidak lagi pelupa. Dia selalu ingat semua yang dia lakukan, berkat Wau Ajaib dan namanya yang baru, Ojo Kalalen! Pe...

Wau Jementah dan Emas Ajaib

Dahulu kala, ada seorang anak bernama Adi yang ingin mencari emas di dekat Segamat. Dia membawa Wau (layang-layang) ajaib yang bisa menunjukkan tempat emas. Adi menebang pohon-pohon di hutan, berharap menemukan emas. Keesokan paginya, Adi terkejut! Semua pohon yang ditebangnya tumbuh kembali! Wau ajaibnya berbunyi, “Adi, jangan menebang pohon! Pohon-pohon ini menjaga hutan.” Adi pun jemu menebang. Setiap hari begitu. Dia menebang, lalu pohonnya tumbuh lagi. Akhirnya, dia panggil tempat itu ‘Jementah’. Wau ajaibnya memberinya petunjuk, “Cari di dekat sungai, bukan menebang pohon!” Adi mengikuti petunjuk Wau. Dia menemukan emas di dekat sungai! Sejak itu, tempat Jementah menjadi terkenal karena emasnya, dan Adi belajar menghargai hutan. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Elang Setia

Di sebuah desa yang tenang, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Adi dan sahabatnya, seekor Elang yang setia. Adi memiliki sebuah Wau (layang-layang) ajaib yang bisa menunjukkan jalan ke mana saja. Suatu hari, Adi mengajak Elang terbang bersama dengan Wau ajaibnya. Ketika melihat seekor kelinci lucu, Elang mengepakkan sayapnya terbang ke bawah. Adi segera mengikuti Elang dengan Wau ajaibnya. Dengan Wau ajaib, Adi bisa melihat kelinci itu dengan jelas, tetapi kelinci itu melihatnya dan lari dengan cepat! Adi dan Elang mengejar kelinci itu sampai ke tepi sungai. Kelinci itu tidak bisa menyeberangi sungai. Adi berusaha menangkap kelinci itu dengan jaring, tetapi tangannya ditepis oleh sayap Elang! Adi marah dan tanpa sadar, ia melempar Wau ajaibnya ke arah Elang. Wau ajaib itu berubah menjadi payung besar dan melindungi Elang dari air sungai yang ternyata telah tercemar oleh racun ular. Adi bersedih dan menyesal telah melempar Wau ajaibnya. Ia menyadari bahwa Elang telah menyelamatkann...

Wau Ajaib dan Pinggan Sungai

Di sebuah kampung tepi sungai Pontian, hiduplah Pak Itam. Ia mendapat bantuan dari Tok Penghulu dan penduduk kampung untuk membangun rumah. Sebagai balas budi, Pak Itam mengadakan kenduri. Pak Itam meminta pinjaman pinggan mangkuk dari Tok Penghulu. Tok Penghulu menyuruhnya meminjam dari sungai. Namun, Pak Itam memiliki Wau Ajaib yang bisa mewujudkan keinginannya. Ia meminta Wau itu untuk menghasilkan pinggan mangkuk yang tak terhitung jumlahnya! Setelah kenduri, Pak Itam lupa mengembalikan pinggan-pinggan itu. Ia membuang yang pecah ke dalam semak. Ketika Tok Penghulu ingin mengadakan kenduri, sungai menjadi marah karena terlalu banyak pinggan yang tidak dikembalikan. Wau Ajaib Pak Itam pun kehilangan kekuatannya. Pak Itam diusir dari kampung. Sejak saat itu, sungai itu dinamakan Sungai Pinggan, karena Wau Ajaib Pak Itam telah menyebabkan kekacauan. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Putri yang Hilang

Pakcik tua memiliki seorang putri tunggal yang sangat ia sayangi. Ia ingin menikahkan putrinya, tapi tidak ada pemuda yang pantas. Suatu hari, ia menemukan Wau Ajaib yang bisa membawa ke mana saja. Pakcik tua terbang dengan Wau Ajaib mencari calon menantu. Di sebuah desa, ia bertemu dengan Boy, seorang pemuda jujur yang pandai membuat atap nipah. Pakcik tua membawa Boy kembali dengan Wau Ajaib. Boy terkejut melihat putri Pakcik tua sangat cantik! “Boy, ini putri Pakcik, istrimu,” kata Pakcik tua. “Dia tidak punya tangan karena dia tidak pernah mencuri, dan tidak punya kaki karena dia tidak pernah pergi ke tempat yang buruk.” Wau Ajaib berputar-putar dengan gembira. Boy tersenyum. Putri itu memang cantik dan baik hati, dan Boy sangat bahagia! Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Pak Tani dan Wau Ajaib

Pak Tani dan Mak Tani tinggal di sebuah desa yang indah. Mereka tidak bisa melihat, tetapi selalu bahagia. Suatu hari, mereka harus pergi ke rumah bidan. Di jalan, mereka bertemu dengan Harimau Tua yang lapar. “Aku akan makan kalian!” geram Harimau Tua. Pak Tani berkata, “Lebih baik makan anak kami nanti.” Kemudian, Mak Tani hamil. Pak Tani sangat khawatir. Tiba-tiba, Pak Tani menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa mewujudkan apa pun yang diinginkan. Pak Tani memohon pada Wau itu, “Tolong buatkan labu air besar yang sangat panas!” Seketika, labu air besar muncul dan menyala merah membara. Ketika Harimau Tua datang, Pak Tani pura-pura melemparkan labu panas itu ke arahnya. Harimau Tua menelan labu itu dan mulutnya langsung terbakar! Ia meraung kesakitan dan lari ke hutan. Wau ajaib itu berputar-putar di langit, seolah berteriak, “Pak Tani memang hebat!” Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Siti dan Pena Ajaib Raja

Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah seorang gadis bernama Siti. Ibunya telah pergi jauh. Siti tinggal bersama Ayahnya, Pak Mat. Pak Mat bekerja mencari kayu bakar di hutan. Ketika Ayahnya masuk ke hutan, Siti dan teman-temannya masuk bermain-main di taman bunga Raja. Mereka tidak tahu taman bunga itu milik Raja. Tukang kebun segera menangkap mereka lalu membawa mereka menghadap Raja di istana. “Aku akan hukum kalian. Kalian harus mengisikan telaga di taman ini dengan air sampai telaga itu tidak kelihatan lagi,” kata Raja. Siti meminta Raja menyediakan sebuah pengaut emas. Raja menyuruh dayangnya mengambil pengaut emas lalu diberikan kepada Siti. Siti menyuruh teman-temannya melonggokkan air, Siti pula mengaut air itu ke dalam telaga. Air menutupi permukaan telaga itu. Raja mengakui kepintaran Siti dan teman-temannya lalu mereka semua dibebaskan. Kemudian Raja menitahkan Pak Mat agar mencari susu lembu jantan. Pak Mat sangat susah hati memikirkan di mana dia perlu mencari susu lembu...

Wau Perak dan Harta Ikan Tapah

Pak Itam dan isterinya tinggal di sebuah kampung di tepi Sungai Perak. Pak Itam punya Wau Perak yang ajaib. Wau itu bisa membawa orang ke dunia mimpi. Tapi, Pak Itam suka berjudi sabung ayam. Lama-kelamaan, hartanya habis. Pak Itam terpaksa memancing untuk makan. Suatu hari, dia tak dapat ikan. Pulang ke rumah, kucing kesayangannya, Si Belang, menunjuk ke sungai. Pak Itam ikut. Di tepi sungai, dia melihat seekor Ikan Tapah terdampar. Perutnya buncit sekali! Pak Itam terbangun dari mimpi. Tiba-tiba, Wau Peraknya melayang dan membawa Pak Itam ke dalam perut Ikan Tapah! Di dalam, bukan telur, tapi sekati emas berkilauan! Wau Perak itu bisa mengubah mimpi menjadi kenyataan! Pak Itam keluar dari perut Ikan Tapah dan lepaskan kembali ke sungai. “Aku janji, tak ada keturunanku yang boleh makan Ikan Tapah lagi!” Sejak itu, Pak Itam kaya raya. Dia tak berjudi lagi, malah menggunakan Wau Perak untuk membantu orang lain. Kononnya, emas dari perut Ikan Tapah itu masih ada. Kalau ada yang termakan ...

Wau Ajaib dan Persahabatan yang Putus

Dahulu kala, Isap dan Badar adalah sahabat karib. Isap tinggal di desa, sementara Badar tinggal di kota. Mereka sudah menikah. Suatu hari, Badar mengunjungi Isap. Isap dan istrinya menyambutnya dengan senang hati. Saat Badar hendak pulang, Isap memberinya buah-buahan sebagai oleh-oleh. Namun, Isap dan istrinya tidak pernah mengunjungi Badar. Badar selalu punya alasan. Istri Isap curiga Badar tidak jujur. Suatu hari, Badar datang lagi saat Isap sedang bekerja di ladang. Istrinya memberitahu Badar bahwa Isap sedang marah dan akan memukul siapa saja. Kebetulan, Isap baru pulang dan melihat Badar. Isap berlari ke arah Badar sambil membawa cangkul. Badar lari ketakutan. Isap berhenti karena lelah. Isap menyesal Badar tidak menunggu. Sejak saat itu, Badar tidak lagi mengunjungi Isap, dan persahabatan mereka putus. Namun, Isap memiliki sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa menunjukkan kebenaran. Isap menerbangkan Wau itu, dan Wau itu menunjuk ke arah Badar. Wau itu berbisik, “Badar t...

Wau Ajaib dan Pak Sanip

Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah Pak Sanip, seorang lelaki yang sangat kedekut. Dia punya banyak ternakan, tapi tak pernah dia sembelih. Keluarganya hanya makan nasi dengan ikan bilis dan kicap saja. Fatimah adalah anak perempuan Pak Sanip. Fatimah sudah menikah dengan Leman. Mereka tinggal di pondok dekat kebun Pak Sanip. Fatimah selalu memikirkan sifat kedekutan bapanya. Suatu hari, Leman menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa mewujudkan keinginan! Leman meminta Fatimah mengajak Pak Sanip ke rumah mereka. Leman menyembelih seekor kambing milik Pak Sanip, lalu menggunakan Wau ajaib untuk membuat kari kambing yang sangat harum dan lezat. Fatimah membangunkannya dari tidur dan mengajaknya makan. Pak Sanip langsung duduk di meja makan dan makan dengan lahap. Dia makan nasi berkali-kali. Kari kambing itu benar-benar enak! Leman dan Fatimah hanya tersenyum melihat Pak Sanip makan. Setelah Pak Sanip selesai makan, Leman berkata, “Pak Sanip, kari kambing yang Bapak m...

Pensil Ajaib dan Bunga Nasi

Dulu, ada seorang Nenek dan cucunya yang hidup sederhana. Untuk mencari uang, mereka berjualan kuih-muih. Nenek memiliki pensil ajaib yang bisa mengubah nasi menjadi bunga! Suatu hari, Nenek mendengar suara tangisan. Ia mencari sumber suara itu dan menemukan nasi berhamburan di tanah, menangis. Nenek menggunakan pensil ajaibnya dan dengan cepat merangkai nasi itu menjadi bunga-bunga yang cantik dan harum. Keesokan harinya, mereka membawanya ke pekan. Banyak sekali yang tertarik membeli bunga nasi itu. Nenek ingin memberikan bunga itu kepada Putri Raja. Sampai di istana, pengawal istana mencium bau nasi basi dan hendak membuangnya. Namun, Putri Raja mencium aroma harum itu dan sangat menginginkannya. Ia menjadi sakit. Raja sangat sedih. Ketika melihat Nenek menggunakan pensil ajaibnya merangkai nasi menjadi bunga, Raja tahu dari mana datangnya aroma itu. Nenek menceritakan semuanya. Nenek dan cucunya dibawa tinggal di istana, dan Putri Raja pun kembali sehat setelah mencium aroma bunga ...

Wau Ajaib dan Bunga-Bunga Warna-Warni

Di tepi tasik, tumbuhlah banyak pokok bunga yang tak berwarna dan tak berbau. Mereka semua merasa sedih. Tiba-tiba, datanglah seorang anak lelaki membawa Wau Ajaib. Wau itu bisa mewujudkan apa saja yang diinginkan! Anak lelaki itu berkata, “Hai, bunga-bunga! Kalian mau warna dan bau yang berbeda?” Bunga-bunga itu mengangguk dengan gembira. Anak lelaki itu menerbangkan Wau Ajaib dan berkata, “Wau, buatkan bunga-bunga ini warna dan bau yang cantik!” *Wussssh!* Wau Ajaib itu mengeluarkan pelangi warna-warni dan semburan wangi yang harum. Seketika, bunga-bunga itu berubah warna dan berbau harum! Ada yang ungu, ada yang jingga, dan ada pula yang berbau seperti permen! Bunga-bunga itu pun menari-nari kegirangan. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Pertandingan Cerita Bohong

Di Negeri Bagan Permai, Raja Abdul Muluk mengadakan pertandingan cerita bohong. Putri Pancaran Sukma, dengan kecantikannya, menjadi hadiah bagi pemenang. Tiba-tiba, datanglah Aidil membawa Wau Ajaib. Wau itu bisa membuat siapa saja yang memegangnya, bisa bercerita bohong yang sangat meyakinkan! Aidil memegang Wau Ajaib dan berkata, “Tuanku Sultan, ayahandaku pernah meminjamkan Tuanku sepikul emas, sepikul intan, dan sepikul berlian!” Raja Abdul Muluk berpikir keras. Wau Ajaib itu membuat cerita Aidil terdengar sangat nyata! Tapi, Putri Pancaran Sukma melihat kilatan cahaya dari Wau Ajaib. Dia berbisik kepada Raja, “Ayahanda, Wau itu punya kekuatan ajaib! Cerita itu bohong!” Raja Abdul Muluk tertawa. “Ha! Ha! Ha! Kamu benar, Putriku! Aidil, kamu memang cerdik, tapi Wau Ajaibmu ketahuan!” Aidil tertawa bersama. Dia dan Putri Pancaran Sukma menjadi teman baik, dan Wau Ajaib itu menjadi maskot Negeri Bagan Permai. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Keajaiban Malam

Di sebuah desa, ada Wau (月亮风筝) ajaib. Siapa pun yang menerbangkannya, bisa melihat masa depan. Pada suatu malam, seorang anak bernama Rani menerbangkan Wau itu. Dia melihat sekawanan Kelekatu (火鸟) terbang mendekati obor yang menyala. “Oh tidak! Salah satu Kelekatu akan terbakar!” seru Rani. Dengan cepat, Rani menggunakan Wau ajaibnya untuk terbang mendekati Kelekatu itu. Wau itu mengeluarkan cahaya pelindung, menyelamatkan Kelekatu dari api. Kelekatu itu berterima kasih pada Rani. Rani tersenyum, dia tahu, Wau ajaib itu bukan hanya untuk melihat masa depan, tapi juga untuk menolong sesama. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Putri Bunian

Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda bernama Kasim yang bekerja mencari rotan di hutan. Suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis jelita. Gadis itu berkata, “Kasim, maukah kamu menikah denganku? Namaku Kesuma.” Kasim mengangguk senang. Kasim memiliki sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa menunjukkan jalan rahasia. Suatu malam, Kasim bermimpi bertemu dengan datuknya. “Kasim, jika kamu ingin Kesuma menjadi manusia, Wau ajaibmu akan menunjukkannya,” kata datuknya. Keesokan harinya, Kasim menerbangkan Wau ajaibnya. Wau itu terbang tinggi dan menunjuk ke sebuah pohon besar. Di bawah pohon itu, Kasim menemukan sebuah batu berkilauan. Ketika Kasim menyentuh batu itu, Kesuma berubah menjadi seorang gadis manusia yang cantik! Kasim dan Kesuma hidup bahagia selamanya, berterima kasih pada Wau ajaib dan datuknya. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Tuan Kaya

Di sebuah desa yang indah, hiduplah seorang Tuan Kaya dan istrinya. Mereka tinggal di rumah mewah dan memiliki banyak sekali harta. Namun, mereka terlihat kurus dan tidak bahagia. Di dekat rumah mereka, tinggal seorang Pak Miskin dan istrinya yang selalu terlihat gemuk dan sehat. Suatu hari, Tuan Kaya bertanya kepada Pak Miskin, “Bagaimana bisa kalian berdua gemuk begini?” “Kami tidak makan banyak, Tuan. Tapi, setiap kali Tuan dan Nyonya makan, aroma masakan dari dapur Tuan membuat kami merasa sangat lapar,” jawab Pak Miskin. Tuan Kaya marah dan pergi ke Hakim. Hakim memutuskan agar Pak Miskin dan istrinya membayar ganti rugi. Namun, sebelum Hakim selesai berbicara, sebuah Wau (layang-layang) ajaib terbang mendekat. Wau itu memiliki kekuatan untuk mengubah aroma menjadi suara. Hakim berkata, “Tuan Kaya, Wau ajaib ini akan mengubah aroma masakan menjadi bunyi uang. Jadi, kamu hanya akan mendengar bunyi uang yang tidak ada!” Tuan Kaya dan istrinya sangat malu dan menyesal. Mereka menyada...

Wau Naga dan Ayah Lokman

Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah Lokman dan isterinya. Mereka sangat gembira kerana dikurniakan anak kembar, seorang budak lelaki dan seekor anak ular yang boleh berubah menjadi naga apabila ditiupkan. Lokman dan isterinya sangat menyayangi anak-anak mereka. Setelah beberapa tahun, mereka membawa anak ular itu ke laut. Suatu hari, Lokman dan anaknya pergi memancing. Tiba-tiba, angin bertiup kencang dan perahu mereka terumbang-ambing. Lokman teringat akan anaknya yang boleh berubah menjadi naga. “Naga, anakku, ayah perlukan pertolongan!” pinta Lokman. “Ayah, Naga sudah datang!” jerit anaknya. Lokman meniup wau naga itu dengan kuat. Wau itu terbang tinggi dan menggerakkan angin, membawa perahu mereka kembali ke pantai dengan selamat. Lokman dan anaknya selamat berkat bantuan wau naga yang ajaib. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Pensil Ajaib dan Putera Ikan Yu

Di kerajaan Pandanpuri, hiduplah Sultan Malik Ridhuan dan Putera Jayakesuma. Seorang ahli nujum datang dan berkata, “Sultan, jika Putera tidak dijauhkan, kerajaan akan binasa!” Sultan mengusir Putera ke hutan. Putera tersesat sampai bertemu Pak Tua dan Mak Tua yang baik hati. Mereka merawat Putera seperti anak sendiri. Suatu hari, Pak Tua menjual Putera kepada seorang pedagang yang akan berlayar. Di tengah laut, kapal karam! Putera tenggelam, tapi tiba-tiba seekor Ikan Yu raksasa menelannya. Di dalam perut Ikan Yu, Putera menemukan sebuah pensil ajaib! Pensil itu bisa mewujudkan apa pun yang digambarnya. Ikan Yu terdampar di pantai. Nenek Kebayan membelah perut Ikan Yu dan… Putera melompat keluar! Nenek Kebayan terkejut. Putera membantu Nenek Kebayan. Suatu hari, Puteri Intanpuspa melihat Putera dan Nenek Kebayan. Puteri Intanpuspa tertarik pada Putera. Putera menggunakan pensil ajaibnya untuk menggambar jembatan ke istana. Ia mengajak Puteri Intanpuspa bertemu ayahnya. Sultan menyesal...

Wau Pelangi dan Timba Emas Ajaib

Dahulu kala, hiduplah seorang Putera yang suka bermain di taman bunga. Dia selalu membawa timba emas yang bisa mengeluarkan gelembung sabun. Suatu hari, ketika Putera sedang mandi di sebuah perigi, dia mendengar suara merdu. Dia melihat seorang Putri yang sedang bermain dengan kupu-kupu. Putera terpukau! Tiba-tiba, timba emasnya terjatuh ke dalam perigi. Putera sedih. Namun, dia punya Wau Pelangi ajaib! Ketika Putera menerbangkan Wau Pelangi, ia mengucapkan mantra, “Wau Pelangi, tolong ambilkan timba emasku!” Seketika, Wau Pelangi melayang turun ke dalam perigi dan mengangkat timba emas itu kembali. Muncul pula pelangi yang indah di langit, seolah berterima kasih pada Wau Pelangi yang membantu Putera. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Rahsia Jagung

Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah Ayam dan Musang. Mereka sahabat baik dan suka makan jagung manis. Mereka menanam jagung bersama di ladang yang luas. Suatu hari, isteri Musang sedang mengandung. Musang terpaksa pulang menjaga isterinya. Dia mengamanahkan Ayam menjaga ladang jagung dan menyimpan jagung untuknya. Namun, Ayam menjadi tamak dan makan semua jagung! Tiba-tiba, muncul Wau Ajaib yang bisa berbicara! Wau itu berkata, “Aku akan membantumu, Musang!” Wau Ajaib terbang ke ladang jagung dan meniupkan sihirnya. Seketika, jagung yang dimakan Ayam tumbuh kembali, bahkan lebih banyak dari sebelumnya! Ketika Musang kembali, Ayam terkejut melihat ladang jagung yang penuh. Musang tersenyum, “Terima kasih Wau Ajaib! Sekarang, kita bisa berbagi jagung dengan semua orang!” Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Penyakit Misteri

Dahulu kala, sebuah kampung dilanda penyakit aneh. Banyak penduduk sakit parah. Seorang anak perempuan bernama Ruyung, ibunya juga sakit. Suatu sore, Ruyung termenung di bawah pohon pinang. Tiba-tiba, sebuah Wau (layang-layang) besar berwarna-warni mendarat di dekatnya. Wau itu bisa berbicara! Wau itu berkata, “Aku Wau Ajaib! Aku bisa menyembuhkan penyakitmu!” Wau itu memiliki kekuatan untuk menciptakan kabut penyembuh. Wau Ajaib mengajarkan Ruyung lagu: “Terbang Wauku, terbang tinggi, Sembuhkan semua, dengan hati suci! Warna-warni Wauku, indah berseri, Bawa kesembuhan, ke setiap hati!” Setiap kali Ruyung menerbangkan Wau Ajaib dan menyanyikan lagu itu, kabut penyembuh turun ke seluruh kampung. Semua penduduk yang sakit sembuh dengan cepat. Ruyung dan Wau Ajaib menjadi pahlawan kampung! Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Puteri Setiawan dan Wau Ajaib

Di Negeri Sembilan, hiduplah Tuk Batin Johol. Beliau tidak mempunyai anak lelaki, jadi puterinya, Puteri Setiawan, yang menggantikannya. Namun, Puteri Setiawan diganggu oleh Jin yang jahat! Jin itu mahu Puteri Setiawan menjadi isterinya. Puteri Setiawan menolak. Kemudian, Puteri Wangsa dan empat dayangnya turun dari langit membawa Wau Ajaib! Wau itu bisa membawa orang ke mana saja. Mereka menyembunyikan Puteri Setiawan di Gunung Sempadan. Rakyat Johol risau, mereka menyangka Jin menculik Puteri. Tuk Wira mengembara mencari Puteri Setiawan. Dia menemukan Wau Ajaib dan menerbangkannya ke Gunung Sempadan. Setibanya di sana, Puteri Wangsa bertanya, “Mengapa kamu mencari Puteri Setiawan?” Tuk Wira menjawab, “Rakyat Johol mahu Puteri Setiawan pulang memerintah!” Puteri Setiawan dibenarkan pulang. Puteri Wangsa dan dayangnya ikut pulang dengan Wau Ajaib. Mereka menerbangkan Wau Ajaib melewati istana Jin, dan Jin terkejut melihat Wau itu! Jin terperangkap di dalam istananya sendiri. Akhirnya, ...

Wau Ajaib dan Persaingan

Matahari selalu membanggakan dirinya. Di hadapan Angin, Matahari berkata, “Aku ini yang paling hebat dan berkuasa!” Angin hanya tersenyum. “Setiap ciptaan ada kegunaannya. Tiada siapa pun yang lebih hebat dan berkuasa.” Matahari tak percaya. Tiba-tiba, muncul sebuah Wau Ajaib yang boleh mengabulkan permintaan. Matahari mencabar, “Angin, kalau kau hebat, gunakan Wau Ajaib ini untuk buka baju budak itu!” Angin meniup Wau Ajaib. Wau itu mengeluarkan angin sejuk. Budak itu menggigil dan memeluk baju erat-erat. Matahari terkejut! Kemudian, Matahari meminta Angin membuat budak itu memakai baju semula. Matahari bersinar kuat, tapi budak itu terlalu panas dan tak mahu memakai baju. Angin meniup Wau Ajaib perlahan. Wau itu mengeluarkan angin sepoi-sepoi bahasa. Budak itu berasa nyaman dan mengantuk. Dia berbaring di bawah pohon dan tertidur. Matahari malu dan mengakui kekalahannya. Benarlah seperti yang dikata Angin, setiap ciptaan ada kegunaan dan kepentingannya yang tersendiri. Penulis: ...

Bawi dan Kepala Ikan Ajaib

Di sebuah desa yang tenang, hiduplah Bawi bersama ibunya. Ayah Bawi sudah lama pergi. Bawi adalah anak yang pemberani. Suatu hari, Bawi meminta izin ibunya untuk menjelajah hutan. Ibunya mengizinkan. Pergilah Bawi, berjalan jauh ke dalam hutan yang lebat. Ia tiba di sebuah pantai yang sepi. Bawi mandi di air yang jernih, lalu ia merasa lapar. Ia menangkap seekor ikan besar yang berkilauan. Bawi tinggal di tepi pantai selama berbulan-bulan. Setiap hari ia makan nasi dengan ikan itu. Setelah lama sekali, semua isi ikan habis dimakannya. Yang tersisa hanyalah kepala ikan yang mulai berbau. “Aduh, kalau kepala ikan ini dibiarkan, nanti pantai ini jadi bau!” gumam Bawi. Tiba-tiba, Bawi menemukan sebuah pensil ajaib di dekatnya. Pensil itu bisa mewujudkan apa pun yang ia inginkan! Bawi berpikir keras. Ia menggambar sebuah mesin pembuang sampah raksasa dengan pensil ajaib itu. Mesin itu langsung muncul! Bawi memasukkan kepala ikan ke dalam mesin itu, dan mesin itu langsung menghilang! Bawi me...

Wau Johor dan Bunga Ajaib

Dahulu kala, Semenanjung Emas adalah tempat yang luas dan rata. Ada banyak pokok rotan dan damar. Setiap tahun, tiba musim bunga kuning yang menakjubkan! Tapi, tak ada yang tahu nama bunga itu. Suatu hari, seorang anak bernama Adi menemukan Wau Ajaib. Wau itu bisa membawa Adi ke mana saja! Adi terbang dengan Wau Ajaib, mencari tahu nama bunga kuning itu. Tiba-tiba, Wau itu membawanya ke sebuah taman rahsia. Di sana, ada seorang Nenek yang bijaksana. Nenek itu memberikan Adi sebuah biji ajaib. “Tanam biji ini, dan kamu akan tahu nama bunga itu,” kata Nenek. Adi menanam biji itu. Seketika, tumbuhlah bunga kuning yang sangat besar! Bunga itu berkata, “Aku adalah Johor!” Sejak itu, Adi memberitahu semua orang, “Bunga ini namanya Johor!” Dan tempat itu menjadi negeri Johor yang indah. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Seruling Ajaib Kijang

Hutan Rimba dilanda musim kemarau yang dahsyat. Semua tanaman kering, kecuali pokok Taop. Walaupun buah Taop rasa tak enak, semua binatang takde pilihan melainkan memakannya. Pada suatu hari, Monyet dan Kera menggoncangkan dahan pokok Taop. Banyak buah Taop berguguran. Semua binatang berlumba-lumba mengutipnya. Kura-kura berjalan lambat, jadi dia tak mendapat buah. Kura-kura tidak berpuas hati lalu mencadangkan supaya dilantik ketua. Semua binatang bersetuju. Selepas berbincang, dua calon dipilih iaitu, Kura-kura dan Kijang. Kijang tidak mahu Kura-kura menjadi ketua. Dia pun mencadangkan mereka bertaruh membakar. Kura-kura bersetuju. Di sebuah kawasan, Kijang membakar Kura-kura. Tetapi Kura-kura sempat menggali lubang dan bersembunyi di dalamnya. Apabila tempat itu habis terbakar dan api sudah padam, Kura-kura pun merangkak keluar. Tiba giliran Kura-kura membakar Kijang. Belum sempat api marak, Kijang sudah melompat-lompat kepanasan. Tetapi nasibnya malang. Pada waktu itu, angin bertiu...

Puteri Cenderawasih dan Pena Ajaib

Kamat seorang pemikat burung. Suatu hari, dia masuk ke hutan dan melekatkan getah di dahan pokok. Dia bersembunyi dan tertidur. Apabila bangun, Kamat melihat Puteri Cenderawasih sedang cuba buang getah. Mereka jatuh cinta dan berkahwin, lalu mendapat anak. Tapi, Kamat menjadi tidak peduli pada keluarganya. Puteri Cenderawasih berubah menjadi burung Cenderawasih dan kembali ke negerinya, meninggalkan anaknya pada Kamat. Kamat sedih dan mencari Puteri Cenderawasih. Dia membantu semut, kelinci, dan kelip-kelip yang kesusahan. Di dalam hutan, dia menemukan sebuah pena ajaib. Pena itu bisa mengeluarkan payung saat Kamat memikirkannya! Kamat terus mencari Puteri Cenderawasih. Akhirnya, dia tiba di negeri Puteri Cenderawasih, di mana Puteri Cenderawasih sedang bersiap untuk menikah dengan lelaki lain. Kamat menghadap raja dan menceritakan kisahnya. Raja menguji Kamat. Raja suruh Kamat asingkan beras dan pasir. Kamat menggunakan pena ajaibnya untuk membuat payung kecil, melindungi beras dari p...

Wau Ajaib dan Puteri Gading Geruh

Di kerajaan Kuala Nujur, Raja Kalih Dihilir sangat menginginkan Puteri Gading Geruh dari Betara Jelita. Dia mengirimkan rombongan untuk meminang, tapi ditolak. Raja Kalih Dihilir marah dan menggunakan sihirnya untuk menculik Puteri Gading Geruh, membawanya ke hutan. Berita itu sampai ke Betara Jelita. “Aku akan menikahkan puteriku dengan pemuda yang bisa membawanya pulang,” kata raja. Angka Mandi, seorang pemuda biasa, menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa membawa orang terbang ke mana saja! Dia menerbangkan Wau itu ke hutan dan menemukan Puteri Gading Geruh yang diikat di dekat Raja Kalih Dihilir dan teman-temannya. Angka Mandi menggunakan Wau ajaib untuk meniupkan angin kencang ke arah Raja dan teman-temannya. Angin itu membuat mereka tertidur lelap. Angka Mandi membebaskan Puteri Gading Geruh dan membawanya pulang dengan Wau ajaib. Di Betara Jelita, raja menepati janjinya. Puteri Gading Geruh menikah dengan Angka Mandi. Raja Kalih Dihilir dan teman-temannya terban...

Kambing dan Pensel Ajaib

Pakcik Besar punya banyak kambing. Setiap hari, dia menyuruh anaknya, si Adi, menjaga kambing-kambing itu. Adi ini anak yang pemalas. Setiap kali menjaga kambing, dia malah menggambar di tanah. Suatu hari, dia menemukan sebuah pensel ajaib! Pensel itu bisa membuat apa saja yang digambarnya menjadi nyata. Adi merasa bosan menjaga kambing. Dia pun berencana untuk mengerjai teman-temannya di kampung. Dia menggambar harimau besar di tanah. Tiba-tiba, gambar itu menjadi nyata! “Tolong! Tolong! Harimau datang baham kambing-kambingku!” teriak Adi. Orang-orang kampung mendengar teriakan itu. Mereka lantas membawa parang, cangkul, dan lembing lalu berlari ke arah Adi. “Di manakah harimau itu?” soal mereka. Adi tertawa terbahak-bahak. Dia tidak menyangka teman-temannya akan percaya. Melihat Adi tertawa, tahulah mereka bahwa mereka telah dipermainkan. Mereka pulang dengan kesal. Keesokan harinya, Adi melakukan hal yang sama lagi. Ketika orang-orang kampung datang, dia kembali mentertawakan mereka...

Gelang Ajaib Adik Beradik

Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah dua adik beradik perempuan. Yang sulung bernama Kakak dan yang bongsu bernama Adik. Mereka membantu ibu bapa menjaga kebun. Ibu bapa mereka sudah lama pergi bekerja di kota. Suatu hari, Adik pergi mandi di sungai. Sebelum mandi, ia meninggalkan gelang-gelang cantik peninggalan ibunya di dalam bakul. Sedang ia mandi, bakul itu hanyut dibawa arus. Bergegaslah Adik mencari bakul itu hingga bertemu dengan seekor ibu buaya. Ibu buaya berjanji akan mengembalikan bakul miliknya tetapi dengan syarat Adik harus menunjukkan sulap untuk anaknya. Adik mengeluarkan sebuah pensel ajaib. Pensel itu bisa mengeluarkan payung pelangi! Adik menunjukkan sulap yang indah untuk anak buaya. Ibu buaya sangat terpesona lalu menyerahkan bakul semula dan berpesan supaya bakul itu dibuka di rumah nanti. Adik pun pulang ke rumah lalu membuka bakul. Alangkah terkejutnya ia melihat ada banyak emas di dalamnya! Adik menceritakan hal yang terjadi kepada Kakak. Kakak sangat iri h...

Wau Ajaib dan Buaya yang Hilang

Siti dan Bagung punya adik bernama Buaya, seekor buaya kecil yang lucu. Siti selalu menyayangi mereka. Buaya tinggal di dalam pasu berisi air, dan Siti memberinya makan nasi. Bagung sering bermain di sungai, tetapi Buaya tidak pernah ikut. Suatu hari, Bagung berjanji akan membawa Buaya ke sungai. Saat ibu mereka sedang tidur, Bagung membawa Buaya ke tepi sungai. Mereka bermain dengan gembira. Buaya tidak mau naik ke darat. Siti terbangun dan memarahi Bagung. Buaya memohon untuk tinggal di sungai. Siti mengizinkannya, tetapi Siti punya wau ajaib yang bisa mengabulkan permintaan. Siti berharap Buaya bisa mandiri. Setelah beberapa lama, Buaya pandai mencari makan sendiri. Ia tidak mau lagi Siti membawakan nasi. Suatu hari, Siti membawakan nasi. Buaya menjadi marah dan menelan Siti! Bagung yang baru pulang dari hutan, menemukan wau ajaibnya. Ia menerbangkan wau itu dan berteriak, “Wau, kembalikan ibuku!” Wau itu menyedot Buaya keluar dari perutnya, dan Siti selamat! Bagung menjahit perut B...

Wau Ajaib dan Keluarga Gergasi

Di sebuah kampung kecil di Perak, hiduplah keluarga gergasi bersama anak mereka, Sang Gedembai. Mereka mencari makanan dengan menangkap ikan dan binatang liar. Mereka mempunyai kuasa ajaib: apa sahaja yang mereka sentuh, akan berubah menjadi batu! Suatu hari, mereka menemui sebuah Wau yang ajaib. Wau itu boleh membawa mereka ke mana sahaja mereka mahu! Ibu Gergasi mencadangkan, “Mari kita terbang dengan Wau ini untuk mencari tempat yang lebih aman.” Ketika mereka terbang, hujan lebat turun, menyebabkan banjir besar. Semua penduduk dan binatang berlari menyelamatkan diri. Mereka melihat seorang nenek tua ditinggalkan di dalam buaian yang tergantung di hujung buluh. Setelah banjir surut, keluarga gergasi terbang dengan Wau itu kembali ke tempat itu. Ayah Gergasi melihat buaian itu. “Wah! Ada manusia tua di dalam! Dia tidak ada gigi! Buaiannya juga digantung tinggi! Tentu ada makhluk lain yang lebih besar daripada kita di sini!” kata Ayah Gergasi. Keluarga gergasi itu terbang jauh dengan ...

Wau Ajaib dan Permintaan Isteri

Di sebuah pondok tepi hutan, hiduplah Pak Belalang dan Mak Belalang. Mereka hidup dalam kemiskinan. Suatu hari, Pak Belalang pergi ke sungai untuk memancing. Setelah menunggu lama, dia berhasil menangkap seekor Ikan Kaloi. “Tolong, Pak Belalang! Lepaskan aku!” kata Ikan Kaloi. Pak Belalang terkejut, lalu dia melepaskan ikan itu. Ketika Pak Belalang pulang, dia dan Mak Belalang terkejut melihat pondok mereka berubah menjadi istana yang indah! Pak Belalang menceritakan kejadian itu. Mak Belalang menyuruh Pak Belalang meminta harta kepada Ikan Kaloi. Keesokan harinya, Pak Belalang terbang dengan Wau Ajaib yang bisa mengabulkan permintaan. Seketika, istana mereka dipenuhi emas dan permata! Mak Belalang menjadi tamak. Dia menyuruh Pak Belalang meminta menjadi raja dan permaisuri. Mereka menjadi raja dan permaisuri. Mak Belalang lupa asal-usulnya dan menjadi sombong. Suatu hari, Mak Belalang berkata, “Pak Belalang, terbanglah dengan Wau Ajaib dan minta aku menjadi dewa!” Pak Belalang terkeju...

Wau Ajaib dan Rusa Bunting

Di sebuah desa yang tenang, hiduplah seorang ayah dan ibu yang sangat menyayangi anak mereka, Amin. Apa sahaja yang diminta Amin, mereka akan berusaha mendapatkannya. Amin sedang hamil dan sangat menginginkan ikan terubuk jantan mengarang anak. Ayahnya segera pergi ke sungai mencari ikan itu. Dengan bantuan wau ajaibnya, Ayah dapat menangkap ikan terubuk dengan mudah. Amin sangat gembira dan memakannya dengan lahap. Ketika kandungannya memasuki enam bulan, Amin meminta rusa bunting sulung anak jantan. Ayahnya pun pergi ke hutan mencari rusa itu. Ayah memanah banyak rusa betina, tetapi tidak membawanya pulang. Ayah bingung. Lalu, Ayah menggunakan wau ajaibnya untuk melihat ke masa depan. Wau itu menunjukkan rusa jantan bunting sulung sedang minum di sebuah sungai tersembunyi! Ayah terbang dengan wau ajaibnya ke sungai itu dan menangkap rusa jantan bunting sulung. Amin sangat gembira dan mengucapkan terima kasih kepada ayahnya dan wau ajaibnya. Sejak itu, Amin dan keluarganya hidup bahag...

Wau Ajaib dan Puteri Bukit

Setiap musim cerah, Amin dan teman-temannya terbangkan Wau yang sangat istimewa. Wau itu berwarna merah jambu dengan gambar bintang-bintang. Wau itu mempunyai kuasa ajaib! Jika Amin menulis nama seseorang di Wau, Wau itu akan terbang ke tempat orang itu berada. Kononnya, di balik bukit yang berkilauan seperti cermin, ada seorang Puteri yang kesepian. Amin menulis nama Puteri itu di Wau, dan Wau itu terbang ke arah bukit. Tapi, ketika Wau itu hampir sampai, tali Wau itu putus! Satu anak ayam Amin yang sedang bermain di bawah Wau itu ikut terbang bersama Wau itu. Amin sedih, tapi dia tidak menyerah. Dia menulis nama anak ayam itu di Wau, dan Wau itu terbang kembali membawa anak ayam itu. Kemudian, Amin menulis nama Puteri itu lagi, dan kali ini, dia memegang tali Wau dengan kuat. Wau itu terbang ke bukit, dan Amin bertemu dengan Puteri yang cantik. Itulah kuasa Wau ajaib! Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Pohon Tarap Manis

Dahulu kala, Raja Bukit memiliki sebuah Wau yang ajaib. Wau itu bisa membuat pohon tumbuh! Raja Bukit memerintahkan semua rakyatnya menanam pohon. Ketika pohon berbuah, buahnya berwarna hijau. “Makanlah!” perintah Raja Bukit. Tapi, buahnya pahit sekali! Semua rakyat berbohong, “Sedap, Tuanku!” Raja Bukit pun makan, dan wajahnya berkerut. Tiba-tiba, Pak Cik Tua muncul dengan Wau Ajaib. “Tuanku, itu buah Pedada! Tidak enak!” Raja Bukit marah dan ingin menebang semua pohon Pedada. Pak Cik Tua meminta biji Pedada, dan sebagai gantinya, ia memberi biji Tarap. Pak Cik Tua terbang dengan Wau Ajaib, menabur biji Tarap di tepi sungai. Raja Bukit memerintahkan menanam Tarap. Ketika pohon Tarap berbuah, buahnya manis sekali! Sejak itu, semua rakyat menanam Tarap, dan pohon Pedada tumbuh liar di tepi sungai, tapi Wau Ajaib selalu menjaga mereka. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Tanjung Bunga: Wau Ajaib dan Bunga-Bunga Mimpi

Di sebuah pulau yang dikelilingi laut biru, ada tanjung yang sangat istimewa. Air di teluknya jernih, pasirnya putih halus. Di sana tumbuh berbagai jenis pohon. Konon, tanjung itu dijaga oleh puteri-puteri bunian. Suatu hari, seorang anak bernama Adi menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa membawa Adi terbang tinggi ke langit. Saat terbang di atas Tanjung Bunga, Wau itu mengeluarkan serbuk ajaib yang membuat semua bunga bermekaran dengan warna-warni yang lebih indah dari sebelumnya! Bunga-bunga itu berjatuhan ke laut, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Adi tertawa gembira. Sejak saat itu, tempat itu dikenal sebagai Tanjung Bunga, karena Wau ajaib dan bunga-bunga mimpinya. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Sabak Bernam yang Ajaib

Di sebuah desa yang indah, hiduplah seorang anak bernama Arif. Ia sangat suka bermain layang-layang. Suatu hari, ia menemukan sebuah Wau (layang-layang) yang sangat besar dan berwarna-warni. Wau itu memiliki kekuatan magis! Arif dan lima temannya, Maya, Rizki, Siti, Tomi, dan Umi, sedang membantu penduduk desa mengumpulkan nira kelapa. Mereka mengumpulkan banyak sekali nira, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara memasaknya. “Kita masak nira di kawah besar!” usul Maya. “Tapi, apinya dari mana?” tanya Rizki. Arif teringat Wau ajaibnya. Ia menerbangkan Wau itu tinggi-tinggi, dan Wau itu mengeluarkan api yang besar dan hangat! Api itu cukup untuk memasak semua nira mereka. Mereka membuat dapur di dalam tanah, yang mereka sebut ‘Sabak’. Penduduk desa kagum dengan Wau ajaib Arif. Mereka ikut membuat Sabak untuk memasak makanan mereka. Sejak saat itu, desa itu dikenal sebagai Sabak Bernam, karena Wau ajaib Arif membantu mereka memasak nira di Sabak! Penulis: CKK2 Penerbit: Cerit...

Wau Ajaib dan Telur Tuntung

Sultan Perak meminta Bendahara dan beberapa pembesar istana untuk pergi ke negeri Kedah dengan menunggang Wau Ajaib. Wau Ajaib itu bisa membawa mereka terbang dengan cepat! Setelah beberapa saat terbang, mereka tiba di istana Sultan Kedah. Sultan Kedah menyambut mereka dengan gembira. Beliau menyediakan hidangan yang sangat lezat. Di antara hidangan itu, Bendahara melihat beberapa biji telur yang belum pernah dilihatnya. Ia mencoba satu. Rasanya sangat enak! “Telur apakah ini, tuanku?” tanya Bendahara kepada sultan. “Telur Tuntung,” jawab sultan. Bendahara memuji rasa telur itu. Sebelum mereka pulang, Sultan Kedah memberikan beberapa biji telur Tuntung untuk dibawa ke Sultan Perak. Sultan Perak pun memakan telur-telur itu dan sangat menyukainya. Baginda memerintahkan Bendahara kembali ke Kedah dan meminta sepasang Tuntung. Bendahara kembali ke Kedah dan menyampaikan pesan Sultan Perak. Sultan Kedah memberikan sepasang Tuntung dan memberitahu Tuntung hanya makan buah Berembang. Bendahar...

Wau Bobolian dan Mantra Penyembuh

Bobolian, seorang wanita tua yang tinggal di tepi sawah, memiliki sebuah Wau (layang-layang) yang istimewa. Wau itu bisa mengeluarkan mantra penyembuh jika ditarik talinya dengan benar. Suatu hari, Bobolian pergi ke sungai untuk mencari ikan. Tapi, ikan-ikan di sungai itu sakit! Kulit mereka mengelupas, dan perut mereka berlubang-lubang. Bobolian sedih melihat ikan-ikan itu. Dia teringat pada Wau ajaibnya. Dia menarik tali Wau itu dengan hati-hati. Tiba-tiba, Wau itu mengeluarkan cahaya berkilauan dan melantunkan sebuah mantra. Mantra itu menyebar ke seluruh sungai. Ajaib! Ikan-ikan itu langsung sembuh! Mereka berenang dengan gembira. Ikan-ikan berterima kasih kepada Bobolian. Mereka menyuruhnya untuk menggunakan mantra Wau itu untuk menyembuhkan orang lain. Bobolian pun pulang ke rumah dan melihat anak-anaknya sakit. Dia menarik tali Wau lagi, dan mantra itu menyembuhkan anak-anaknya. Sejak saat itu, Bobolian menjadi terkenal karena Wau ajaibnya. Dia berkeliling desa, menyembuhkan ora...

Wau Ajaib dan Elang yang Sakit

Di sebuah desa yang indah, hiduplah seekor elang yang kuat dan suka menangkap burung-burung kecil. Semua burung takut padanya. Suatu hari, seorang anak bernama Adi menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa mengeluarkan angin kencang jika ditiup. Adi berfikir, “Aku akan menggunakan Wau ini untuk membantu burung-burung!” Dia meniup Wau itu, dan angin kencang bertiup, mematahkan sayap elang. Elang itu terluka dan sedih. Adi berkata, “Elang, janganlah menakut-nakuti burung-burung kecil lagi!” Elang itu mengangguk dan terbang pergi. Sejak itu, semua burung hidup dengan aman, dan Adi menjaga Wau ajaibnya dengan baik. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Angsana dan Bunga Ajaib

Di sebuah desa yang indah, hiduplah dua orang adik-beradik. Abang bekerja sebagai penasihat raja, sementara adik suka menjelajahi hutan. Suatu hari, adik menemukan sebatang kayu Angsana di hutan. Dia membawanya pulang. Sejak itu, setiap kali adik pulang, makanan lezat sudah menanti! Dia sangat heran. Keesokan harinya, adik bersembunyi. Ternyata, seorang Putri Angsana keluar dari kayu itu dan sedang memasak. Adik menangkapnya dan bertanya. Putri Angsana mengaku dirinya adalah Putri Angsana. Mereka pun menikah! Abang sangat cemburu. Dia mengadu kepada raja untuk mengambil Putri Angsana. Raja menyuruh adik mencari bunga Cempaka Sakti dengan bantuan Wau Angsana ajaib yang bisa terbang tinggi. Jika gagal, dia akan dihukum. Adik sedih, tapi Putri Angsana membantunya. Dia menyuruh adik terbang dengan Wau Angsana. Adik terbang dengan Wau Angsana dan menemukan bunga Cempaka Sakti. Dia membawa bunga itu ke raja. Raja lalu menyuruhnya mencari susu Harimau Jantan. Putri Angsana memberikan sebuah p...

Wau Ajaib dan Padi Emas

Dahulu kala, Raja Cahaya Santaka, Permaisuri, dan tujuh anak perempuan mereka sering turun dari kayangan bermain di bumi. Mereka suka bermain di sungai yang airnya jernih, di tepi sungai ada batu-batu besar. Setiap anak perempuan membawa seuncang padi emas. Mereka menabur padi emas itu di celah-celah batu, senang melihat cahaya keemasan. Sebelum pulang, mereka mengutip kembali padi emas itu. Suatu hari, saat hendak pulang, padi emas yang ditabur oleh anak perempuan ketujuh hilang! Raja Cahaya Santaka sangat marah. Dia menitahkan puteri ketujuh tinggal di bumi dan mencari padi emasnya. Lalu, Raja dan yang lain pulang ke kayangan. Puteri ketujuh sedih, tetapi dia menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib! Wau itu bisa mengabulkan satu permintaan. Puteri ketujuh meminta Wau itu menunjukkan di mana padi emasnya berada. Wau itu terbang tinggi dan menunjuk ke celah batu yang tersembunyi. Di sana, tumbuhlah bibit padi yang subur! Puteri ketujuh menanam biji padi itu. Lama kelamaan, kawasan p...

Wau Ajaib Pak Deli

Di Kampung Angin Sejuk, hiduplah Pak Deli bersama isterinya, Mak Sopiah dan tiga anak mereka. Pak Deli sangat malas. Kerjanya mengubung jerami sahaja. Terpaksalah Mak Sopiah dan anak-anaknya bekerja mengutip kayu bakar. Suatu hari, Mak Sopiah menyuruh Pak Deli mencari kayu bakar untuk dimasak. “Pergilah Pak Deli ke hutan mencari kayu bakar.” Malangnya, tidak ada seekor kayu pun yang berjaya dikumpulkannya. Pak Deli berputus asa lalu pulang ke rumah. Dalam perjalanan, Pak Deli menemui seorang Tukang Wau. “Ambillah Wau Ajaib ini. Terbangkan dan mintalah apa sahaja. Permintaan kamu akan ditunaikan,” kata Tukang Wau itu. Pak Deli pun mengambil Wau Ajaib itu. Di rumah, ia menceritakan perkara yang terjadi kepada isterinya. “Ah, tidak mungkin,” kata Mak Sopiah. Pak Deli mahu menguji Wau itu. Ia pun menerbangkan Wau pertama lalu menyuruh isterinya meminta sesuatu. “Hidung Pak Deli yang panjang! Hidung Pak Deli yang panjang!” kata Mak Sopiah. Pak Deli mahu menguji serta-merta hidungnya tumbuh ...

Wau Ajaib dan Rahasia Awang Selamat

Awang Selamat dan Awang Hitam dulunya sahabat baik. Mereka adalah pengawal Putri Sadong. Tapi, Awang Hitam sangat malas. Putri Sadong tidak menyukai Awang Hitam lalu diperintahnya keluar dari istana. Awang Selamat seorang yang baik hati dan rajin. Dia bertugas menyampaikan titah raja kepada rakyat serta mengiringi Putri Sadong ke mana-mana. Putri Sadong dan rakyat sangat menyayangi Awang Selamat. Awang Hitam menjadi cemburu. Dia menyebarkan fitnah bahwa Awang Selamat seorang yang jahat dan suka mencuri. Kebetulan di kawasan itu ada berlaku kecurian. Saat itulah, Awang Selamat menemukan Wau Ajaib yang bisa membawanya ke masa lalu! Dia terbang dengan Wau itu ke beberapa hari yang lalu, melihat sendiri Awang Hitam mencuri, dan kembali ke masa sekarang dengan bukti. Orang kampung tidak percaya Awang Selamat mencuri. Mereka pun bersepakat untuk menangkap pencuri itu. Mereka melantik Awang Selamat sebagai ketua kumpulan untuk menangkap pencuri. Dalam satu malam, ketika sedang berkawal, orang...

Ajaibnya Pensel Beras

Di hujung kampung, ramai anak-anak muda belajar agama dengan Tok Guru. Tok Guru seorang yang alim dan arif. Suatu hari, dia ingin menguji anak murid perempuannya. Semua anak murid perempuan dipanggil ke hadapan. Setiap seorang diberikan semangkuk beras yang bercampur dengan kacang dan jagung. “Aku hendak makan. Tanakkanlah beras ini untukku,” kata Tok Guru. Semua anak murid perempuan mahu berbakti kepada Tok Guru mereka. Maka, setelah pulang ke rumah, mereka segera memisahkan beras itu. Ada juga yang ditolong oleh ibu bapa mereka. Keesokan harinya, semua murid menyerahkan beras yang ditanak kepada Tok Guru. Tok Guru melihat kebanyakan beras ditanak sekali dengan kacang dan jagung. Sebahagian lagi pula menanak beras sendiri, tidak menggunakan beras yang diberinya tempoh hari. Hanya seorang sahaja yang berjaya menanak beras tanpa mencampurkan kacang dan jagung atau menggunakan beras sendiri. Namanya Dayang. “Dayang, bagaimana kamu mengasingkan kesemua bahan itu?” soal Tok Guru. “Saya men...

Wau Ajaib dan Bukit Rahsia

Dahulu kala, di Hulu Muar, hiduplah Datuk Penghulu Naom bersama dua anak lelaki dan dua anak perempuannya, Cik Seni dan Warna Emas. Datuk Penghulu ingin mengundang Raja Melewar menjadi pemimpin. Tapi, Raja Khatib datang lebih dulu dan mengaku sebagai orang yang dipilih. Datuk Penghulu lalu menikahkan Raja Khatib dengan Warna Emas. Suatu hari, Raja Khatib mendengar Raja Melewar akan datang. Dia punya wau ajaib yang bisa membawa ke mana saja! Ketika Raja Melewar sedang berjalan di Rembau, Raja Khatib menggunakan wau itu untuk menyerangnya. Tapi, Raja Melewar menghindar. Raja Melewar lalu menyerang Hulu Muar. Dalam pertempuran itu, Raja Khatib lari, dan Datuk Penghulu terluka parah. Ajaibnya, Datuk Penghulu hidup kembali! Raja Melewar menikahi Cik Seni. Dia bertanya, “Apa rahsia ayahku?” Cik Seni tidak tahu. Guru Datuk Penghulu datang dan berkata, “Jika Datuk Penghulu mati, kepalanya harus ditanam di Bukit Tempurung, dan badannya di Bukit Tabuh.” Ketika Datuk Penghulu meninggal, kepalanya...

Gua Musang dan Peniti Ajaib

Di dalam sebuah gua yang gelap, hiduplah sekumpulan Musang yang pintar. Mereka memiliki sebuah peniti ajaib! Peniti itu bisa membuat jalan rahasia ke mana saja. Setiap malam, Musang-musang itu keluar mencari makanan. Ada yang mencari buah-buahan di hutan, ada yang mencari ikan di sungai. Suatu hari, datanglah para pemburu ke gua itu. Musang-musang itu panik! Tapi, Musang yang paling bijak, Musang Pak Abu, menggunakan peniti ajaibnya. Peniti itu membuat jalan rahasia yang panjang dan berliku-liku, sehingga para pemburu tidak bisa menemukan mereka. Pemburu itu mencari rusa, jadi mereka pergi dengan kecewa. Musang-musang itu selamat! Sejak itu, gua itu dikenal sebagai Gua Musang, tempat tinggal Musang-musang yang memiliki peniti ajaib. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Wau Ajaib dan Keluarga Kera

Di dalam hutan, hiduplah Ayah Kera, Ibu Kera, dan Anak Kera di atas sebatang pokok kayu. Mereka tidak mempunyai rumah. Suatu hari, hujan turun dengan lebatnya! Keluarga Kera bertempiaran mencari tempat berlindung. Ibu Kera bertanya kepada Ayah Kera, “Kapan kita akan berumah?” “Jangan khuatir. Aku janji akan membina rumah apabila hujan berhenti nanti,” balas Ayah Kera. Namun, sebaik sahaja hujan berhenti, Ayah Kera lupa akan janjinya. Dia mengajak keluarganya mencari makanan. Tiba-tiba, Anak Kera menemukan sebuah Wau Ajaib! Wau itu bisa mewujudkan apa pun yang diinginkan. Anak Kera berkata, “Wau Ajaib, tolong buatkan kami sebuah rumah yang kuat dan nyaman!” Seketika, sebuah rumah yang indah muncul di dekat pokok kayu. Beberapa hari kemudian, hujan lebat turun lagi. Keluarga Kera berlari ke rumah baru mereka. Kali ini Anak Kera tidak bertanya tentang rumah lagi. Mereka bahagia di rumah baru mereka, berkat Wau Ajaib! Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Periuk Ajaib dan Pensel Pelangi

Di sebuah desa yang indah, hiduplah Mak Miskin dan anaknya, Mawar. Mak Miskin bekerja membantu Puan Melati, seorang guru yang sangat kaya. Puan Melati sangat kedekut, hanya memberi sedikit uang sebagai upah. Suatu hari, Mak Miskin sakit, jadi Mawar menggantikannya bekerja. Setelah membantu membersihkan kelas, Mawar meminta upah. Tapi Puan Melati tidak mau memberinya! Mak Miskin sedih kerana uang di rumah sudah habis. “Ibu, biarkan Mawar mencari bunga-bunga di taman sekolah. Kalau dapat, kita jual di pasar. Hasilnya kita belikan makanan,” kata Mawar. Mak Miskin setuju. Mawar pergi ke taman sekolah. Saat sedang mencari bunga, Mawar menemukan sebuah periuk aneh. Di dekatnya ada sebuah pensel pelangi yang bisa mengeluarkan hujan saat digambar. Mawar menggambar hujan, dan air dari periuk itu memenuhi ember. Tiba-tiba, periuk itu bersuara, “Bawalah aku pulang. Mintalah apa sahaja yang kamu mahu. Permintaan kamu pasti akan ditunaikan!” Mawar membawa periuk itu pulang. Ia menceritakan kejadian...

Lembing Ajaib Awang

Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah Awang bersama ibunya. Awang dikenal sebagai pemuda yang baik hati. Ada seorang gadis bernama Dayang yang menyukainya, dan Awang juga menyukainya. Mereka bertunangan dengan gembira. Suatu hari, Awang memberitahu ibunya bahwa dia ingin mencari rezeki. Ibunya mengizinkan. Dayang berjanji akan menunggunya kembali. Bertahun-tahun berlalu, Awang tak kunjung kembali. Ibunya sedih. Pak Hitam, seorang tetangga, berkata, “Dayang, lupakanlah Awang. Nikahlah dengan Jalak, anak Pak Penghulu. Jalak baik dan kaya raya.” Dayang menikah dengan Jalak. Pesta pernikahan mereka meriah. Kebetulan, Awang pulang setelah lama menghilang. Ibunya khawatir. Awang terkejut melihat kampungnya berubah. “Di manakah semua orang?” tanya Awang kepada seorang petani. “Semua orang di rumah Pak Penghulu, merayakan pernikahan Dayang dan Jalak,” jawab petani itu. Awang menjadi marah. Dia menemukan sebuah lembing pusaka ayahnya yang memiliki kekuatan ajaib: lembing itu bisa melontarkan ...

Puteri Saadong dan Pena Ajaib

Cik Siti Wan Kembang sedang mencari di tepi kolam ketika dia menemukan buih yang berkilauan. Ternyata, itu adalah Puteri Saadong, seorang putri yang sangat cantik. Cik Siti Wan Kembang merawat Puteri Saadong seperti anaknya sendiri. Ketika Puteri Saadong dewasa, dia menikah dengan Raja Abdullah dan mereka tinggal di kota. Kecantikan Puteri Saadong menarik perhatian seorang penyihir jahat. Penyihir itu menyerang kota untuk menculik Puteri Saadong! Raja Abdullah dan rakyatnya berjuang untuk melindungi Puteri Saadong dan kota mereka. Banyak yang terluka. Mereka terpaksa mengungsi ke kota yang aman. Di kota yang aman, Puteri Saadong berkata kepada Raja Abdullah, “Suamiku, biarkan aku pergi menemui penyihir itu. Jangan khawatir, aku janji akan kembali.” Puteri Saadong membawa sebuah Pena Ajaib yang bisa menuliskan apapun yang diinginkan. Dia pergi menemui penyihir itu. Setelah beberapa waktu, dia tidak kembali. Raja Abdullah kemudian menikah dengan Putri Rokiah. Di tempat penyihir, penyihir...

Wau Ajaib dan Nasi Mak Cik

Suatu hari, seorang pemuda yang penat dan lapar selepas berjalan jauh menemukan sebuah Wau yang bersinar. Wau itu ternyata ajaib! Ketika pemuda itu memegang Wau itu, dia bisa mendengar suara Mak Cik tua memanggilnya. Dia berhenti di sebuah kampung dan menumpang di rumah Mak Cik tua. Mak Cik itu tinggal seorang diri. Mak Cik itu bersimpati dan memasak nasi untuknya. Setelah makan, pemuda itu ingin meminta tambah, tapi malu. Dia mengangkat pinggannya yang kosong lalu bertanya, “Mak Cik, berapakah harga pinggan ini?” Mak Cik tua itu tersenyum. Dia tahu pemuda itu lapar. Dengan menggunakan Wau ajaib, pemuda itu meniupkan angin lembut ke arah dapur. Tiba-tiba, muncul sepinggan nasi hangat dan lauk yang banyak! “Harga pinggan ini adalah kebaikan hati,” kata Wau itu. Pemuda itu membasuh tangan dan mengucapkan terima kasih pada Mak Cik tua dan Wau ajaib itu. Kemudian, dia melanjutkan perjalanannya dengan perut kenyang dan hati gembira. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2 ...

Wau Ajaib dan Semut yang Bijak

Semut dan Cengkerik adalah sahabat baik. Semut sangat rajin bekerja, tetapi Cengkerik lebih suka bernyanyi. Setiap hari, Semut mengumpulkan makanan. Suatu hari, Semut-semut bekerja keras mengumpulkan makanan. Cengkerik melihat mereka, lalu bertanya, “Hai, Semut! Kenapa kalian bekerja begitu keras? Mari bernyanyi bersamaku!” “Musim kemarau akan datang. Kita harus bersiap,” jawab salah seorang Semut. Cengkerik tidak peduli. Ia terus bernyanyi. Tiba-tiba, sebuah Wau Ajaib terbang mendekat. Wau itu bisa mewujudkan keinginan! Cengkerik berharap bisa mendapatkan makanan. “Aku ingin makanan yang banyak!” seru Cengkerik. Seketika, Wau Ajaib mengeluarkan tumpukan buah-buahan dan sayuran. Namun, Cengkerik terlalu banyak makan hingga sakit perut. Semut melihat Cengkerik sakit. Ia memberikan Cengkerik daun-daun obat dari Wau Ajaib. “Jangan serakah, Cengkerik. Bekerja keras itu penting,” nasihat Semut. Cengkerik belajar dari kesalahannya dan mulai membantu Semut mengumpulkan makanan. Wau Ajaib pun ...

Wau Ajaib dan Puteri Labu

Kancil terperangkap dalam jerat petani. Dia cuba melepaskan diri, tapi gagal. Petani datang dan mengurungnya di kandang. Isteri petani bersiap memasak untuk kenduri. Kancil sedih. Tiba-tiba, muncul sebuah Wau Ajaib! Wau itu bisa mengabulkan satu permintaan. “Wau Ajaib, tolong aku!” pinta Kancil. “Aku ingin bertukar tubuh dengan anjing!” Wau Ajaib mengabulkan permintaannya. Seketika, Kancil menjadi Sang Koyok, dan Sang Koyok menjadi Kancil! Sang Koyok (dulu Kancil) lari! Petani keluar untuk menyembelih. Terkejutnya petani melihat Sang Koyok di dalam kandang! Sang Koyok (dulu Kancil) menyadari dia telah ditipu oleh Wau Ajaib, tapi dia sudah bebas! Wau Ajaib terbang tinggi, membawa Kancil yang selamat ke hutan. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Leman dan Pensel Ajaib

Leman hidup seorang diri. Ibunya dan ayahnya sudah lama meninggal dunia. Demi mencari uang, Leman bekerja sebagai tukang kayuh sungai. Leman seorang budak yang baik hati. Jika ada orang yang tidak punya uang untuk membayar, Leman tidak akan meminta bayaran. Orang-orang sangat menyayanginya. Suatu hari, Leman menemukan sebuah pensel ajaib di tepi sungai. Pensel itu bisa menulis apa saja yang Leman inginkan! Di tengah sungai, seorang lelaki menaiki perahunya. Lelaki itu bertanya kepada Leman, “Mengapa kamu menjadi tukang kayuh sungai?” Leman menggunakan pensel ajaibnya dan menulis, “Saya tidak pandai membaca dan menulis.” Lalu pensel itu menghapus kata-kata itu dan menulis, “Saya sedang belajar menjadi tukang kayuh sungai yang hebat!” “Rugilah kamu kerana tidak tahu membaca dan menulis,” kata lelaki itu. Leman tersenyum dan menggunakan pensel ajaibnya lagi. Kali ini, pensel itu menulis, “Saya yakin tuan bisa berenang seperti ikan!” Lelaki itu ketakutan lalu berdiam diri. Ia berharap samp...

Raja Suton dan Pena Ajaib Cempaka Biru

Di sebuah kerajaan yang indah, Permaisuri Ikadon sangat menginginkan daging rusa. Raja Suton, si raja yang bijaksana, meminta Pawang Hutan untuk pergi berburu. Di dalam hutan, Pawang Hutan menemukan Putri Langit yang cantik sedang menyiram bunga di tepi kolam. Namanya Cempaka Biru. Pawang Hutan mengambil sayap Cempaka Biru, tetapi sayap itu berubah menjadi sebuah pena ajaib! Pawang Hutan menceritakan tentang pena ajaib itu kepada Raja Suton. Pena itu bisa mewujudkan apa pun yang ditulis. Raja Suton menulis permintaan untuk daging rusa, dan seketika daging rusa muncul! Namun, Permaisuri Ikadon menjadi cemburu dan merencanakan sesuatu yang jahat. Suatu hari, Raja Suton tidak berada di istana. Permaisuri Ikadon menyuruh Cempaka Biru menari. Cempaka Biru meminta pena ajaibnya kembali agar bisa menulis tarian yang lebih indah. Permaisuri Ikadon dengan marah mengembalikan pena itu. Begitu saja pena itu kembali, Cempaka Biru terbang kembali ke langit. Sebelum itu, ia menulis pesan di awan unt...

Wau Ajaib dan Bunga Harum

Di Negeri Telaga Papan, Raja Malim Singa dan Permaisuri memerintah dengan adil. Mereka mempunyai seorang puteri bernama Puteri Asmara Kesuma yang sangat suka bunga. Di hujung kampung, hiduplah Awang bersama kedua ibubapanya yang sudah tua. Awang bekerja keras mencari rezeki. Suatu hari, setelah lelah bekerja, Awang berehat di bawah pokok macang. Tiba-tiba, sebiji buah macang jatuh. Awang memakannya. Setelah habis, dia memegang sebuah Wau Ajaib yang dia temukan. Wau itu bisa mengeluarkan aroma harum jika diterbangkan! Bau harum itu sampai ke telinga Raja Singa. Raja memerintahkan Awang menerbangkan Wau Ajaib di hadapannya. Awang menurut perintah. Wau itu terbang tinggi dan menyanyi dengan merdu! Puteri raja menginginkan bunga itu. Raja memerintahkan Awang mencari bunga itu untuk puterinya. “Kamu ada masa 40 hari. Jika gagal, ibubapa kamu akan menerima hukuman,” kata Raja Singa. Awang sedih. Malamnya, dia bermimpi bertemu Nenek Moyang yang bijaksana. Nenek Moyang menyuruhnya merantau. Ji...

Awang dan Wau Ajaib

Dahulu, di Kampung Indah, hiduplah Awang bersama ibu dan bapanya. Sejak kecil, Awang seorang yang gagah. Suatu hari, Awang meminta izin untuk pergi mengembara. Sebelum itu, ia mendapatkan Wau (layang-layang) ajaib dari Tok Guru. Wau itu bisa membawa orang terbang dan memiliki kekuatan magis. Ibunya membekalinya dengan kuih muih. Awang mengembara hingga tiba di sebuah negeri yang sunyi sepi. Ia berteriak memanggil penduduk, tetapi tiada yang menjawab. Tiba-tiba, terdengar suara Raja, “Beta adalah raja negeri ini. Beta bersembunyi kerana negeri ini diserang seekor garuda besar yang ganas. Habis semua rakyat beta dimakannya. Yang tinggal hanyalah beta, permaisuri, puteri dan dua orang menteri. Pergilah kamu dari sini jika mahu selamat,” kata raja. Awang tidak mahu beredar. Ia menggunakan Wau ajaibnya untuk terbang tinggi dan mencari kelemahan Garuda. Ia melihat Garuda memiliki bulu yang sangat rapuh di bagian sayapnya. Awang kemudian terbang mendekat dan dengan cepat mencabut bulu-bulu Ga...

Wau Ajaib dan Keluarga Gergasi di Sungai Pahang

Di Hulu Sungai Pahang, hiduplah Keluarga Gergasi – Ayah Sang, Mak Kelem, dan anak mereka Bai. Mereka mencari makan dengan menangkap ikan. Suatu hari, mereka pergi ke Sungai Pahang. Di sepanjang sungai, mereka memasang sawar. Saat mereka mengawal sawar, seekor Burung Enggang hinggap di pokok tualang. “Nggang! Enggang! Gang! Nggang!” teriak Burung Enggang berkali-kali. Keluarga Gergasi itu menyangka sawar mereka renggang. Tiba-tiba, Bai menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib yang bisa mengubah apa saja yang disentuhnya menjadi batu! Bai menyentuh sawar dengan Wau itu, dan sawar itu menjadi kuat dan kokoh. Namun, Burung Enggang tetap berteriak. Sang menjadi marah dan hendak melempar batu, tetapi Kelem menghentikannya. Mereka menyadari bahwa Burung Enggang hanya sedang mencari perhatian. Bai menggunakan Wau ajaib untuk membuat jembatan kecil dari batu di atas sungai, sehingga Burung Enggang bisa dengan mudah menyeberang. Burung Enggang pun berhenti berteriak dan terbang dengan gembira....

Wau Ajaib dan Emas yang Hilang

Di sebuah desa yang indah, hiduplah seorang Tukang Emas yang terkenal kaya. Emas-emasnya sangat disukai orang. Namun, suatu hari, rumahnya dirampok! Semua emasnya hilang! Tukang Emas sangat sedih. Lalu, dia menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa membawa orang terbang dan melihat masa lalu. Tukang Emas terbang dengan Wau itu ke belakang waktu, ke saat para pencuri mencuri emasnya. Dia melihat para pencuri menyembunyikan emas di sebuah gua. Tukang Emas kembali ke masa kini dan memberitahu polisi. Polisi menangkap para pencuri dan menemukan emas yang hilang. Tukang Emas sangat gembira. Dia berterima kasih kepada Wau ajaib. Sejak saat itu, Tukang Emas dan desa itu hidup aman dan bahagia, berkat Wau ajaib yang membantu memecahkan masalah. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Tarian Wau Ajaib

Dahulu kala, di Lembah Sungai Selakau, hiduplah Jongen dan ibunya. Jongen sangat sedih kerana ayahnya meninggal dunia akibat dipatuk ular. Tuk Duyung tidak dapat mengubati ayahnya kerana sudah terlambat. Kemudian, datanglah banjir besar! Jongen dan ibunya terpaksa melarikan diri. Saat mereka sedang lari, ibunya terjatuh ke dalam air. Jongen berusaha menyelamatkan ibunya, tetapi ibunya hanyut. Jongen sangat sedih dan menangis. Tiba-tiba, sebuah Wau (layang-layang) ajaib muncul! Wau itu bisa berbicara dan berkata, “Jangan bersedih, Jongen! Aku akan membantumu.” Wau itu membawa Jongen ke Tanjung Dato. Namun, karena terlalu sedih, Jongen kehilangan penglihatannya. Tidak lama kemudian, Jongen meninggal dunia. Para penghuni rumah panjang sangat berduka. Mereka membuat sebuah tarian yang indah, menggunakan Wau ajaib itu sebagai inspirasi. Mereka menamakan tarian itu sebagai Tarian Wau Ajaib, untuk mengenang Jongen dan ibunya. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Puteri Gaharu dan Pensel Ajaib

Raja Rimba sangat suka berburu! Setiap kali musim tiba, dia dan semua rakyat pergi ke hutan. Suatu hari, dekat pohon gaharu, Raja mendengar suara perempuan menangis. Dia mendekat dan melihat Puteri Kayangan. “Aku disumpah kerana tak mahu kahwin!” kata Puteri. Raja kasihan dan menikahkan mereka. Tapi Raja tetap suka berburu. Suatu hari, Raja pergi mencari rusa jantan tanduk selaput. Puteri sendirian di istana, bosan sekali! Raja pergi berbulan-bulan. Dia membawa pensel ajaib yang bisa memanggil hujan. Setelah setahun, dia akhirnya menangkap rusa itu. Dia membawa rusa pulang dan ingin mempersembahkannya kepada Puteri. Tapi, istana memberitahu Puteri sudah tiada lagi. Raja Rimba sangat sedih. Dia kembali ke tempat dia bertemu Puteri. Dia mengambil sedikit kayu gaharu lalu membakar dengan pensel ajaibnya. Pensel itu memanggil hujan yang lembut dan harum. Hujan itu membawa Puteri kembali! Puteri muncul dari awan, tersenyum kepada Raja. Sejak itu, Raja tidak lagi berburu. Kalau dia rindu Pu...

Pensil Ajaib dan Ibu

Dulu sekali, hiduplah seorang gadis kecil bersama ibunya yang sakit. Mereka sangat miskin. Hanya Keluarga Tuan Ahmad yang tinggal di seberang desa yang kadang membantu, tapi jauh sekali, jadi bantuannya jarang. Tuan Ahmad punya anak laki-laki, dan mereka ingin menjodohkan gadis itu dengan anak Tuan Ahmad. Suatu hari, Ibu gadis itu sangat ingin makan nangka. Gadis itu punya pensil ajaib, jika digigit, bisa mengeluarkan apapun yang diinginkan. Tapi, ia tak tahu cara menggunakannya. Gadis itu mencoba menggigit pensil, dan tiba-tiba muncul sekeranjang besar nangka! Ibunya makan dengan lahap, tapi sayangnya, ia tetap meninggal dunia. Gadis itu sangat sedih. Ia meminta bantuan teman-temannya, tapi tak ada yang datang. Ia menutup ibunya dengan tikar. Keesokan harinya, tikar itu hilang! Tiba-tiba, pensil ajaib itu berubah menjadi seekor helang, berkata, “Jangan bersedih, ikuti aku ke rumah Tuan Ahmad.” Gadis itu mengikuti helang. Di sana, Ibunya berpesan, “Jangan cari kutu di rambut anak Tuan ...

Untung dan Pensel Ajaib

Untung adalah seorang anak laki-laki yang suka memancing. Setiap hari, dia memancing ikan di sungai dan menjualnya di pasar. Suatu hari, Pak Tuan Kaya datang ke pasar. “Wah, banyak sekali ikanmu, Untung! Dari mana kau dapat?” tanya Pak Tuan Kaya. “Dari Lahar Yoi, Tuan!” jawab Untung. Wajah Pak Tuan Kaya berubah masam. Dia menyuruh Untung datang ke rumahnya keesokan harinya. Keesokan harinya, Untung pergi ke rumah Pak Tuan Kaya. Di sana, dia bertemu dengan Putri Sari. Pak Tuan Kaya berkata, “Lahar Yoi adalah milikku! Karena kau sudah mengambil ikanku, kau harus menebang kayu bakar untukku!” Untung sedih, tapi dia menemukan sebuah pensil ajaib! Setiap kali dia menggambar payung, payung itu akan muncul! Dia menebang kayu bakar dengan cepat menggunakan payung ajaibnya. Suatu hari, rumah Pak Tuan Kaya terbakar! Pak Tuan Kaya marah, “Ini semua gara-gara kayu bakar yang kau berikan!” “Jangan menyalahkan Untung, Ayah! Aku yang lupa memadam api setelah memasak,” kata Putri Sari. Putri Sari saki...

Putera Katak dan Pen Pen Penghujan

Gintod dan Gondu hidup sepi kerana takde anak. Gintod selalu pergi ke danau, tapi takde ikan yang ditangkapnya, kecuali seekor Katak kecil. Gintod marah dan melepas Katak itu. “Jangan marah, Bapaku,” kata Katak itu. Gintod terkejut! Katak itu bercakap! Dia bawa Katak pulang. Di rumah, Katak memanggil Gondu, ‘Ibu’. Katak itu dewasa dan minta pinang Puteri Raja. Gintod dan Gondu setuju. Raja marah dan nak hukum mereka. Puteri kata, “Saya suka Putera Katak ini!” Raja berikan syarat: bina istana dan jambatan emas. Gintod dan Gondu sedih. Tapi Katak punya Pen Pen Penghujan! Dia menulis di udara, dan istana dan jambatan muncul! Raja terpaksa menunaikan janji. Saat majlis, Katak berubah menjadi Putera yang tampan! Dia punya Pen Pen Penghujan, boleh buat apa sahaja! Mereka hidup bahagia di istana, dan ajak Gintod dan Gondu tinggal bersama. Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ekor Arnab dan Pensel Ajaib

Sore itu, seekor buaya yang lapar sedang berenang di sungai. Ia tidak menemukan makanan. Tiba-tiba, ia melihat seekor arnab sedang makan rumput di tepi sungai. Buaya ingin memakan arnab itu! Di tepi sungai, arnab sedang makan rumput. Buaya mendekat dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan di sini, arnab?” jawab buaya, “Aku hanya mencari tempat beristirahat.” Arnab terus makan rumput. Tiba-tiba, buaya membuka mulutnya dan mencoba menangkap arnab. Arnab terkejut, tetapi ia memiliki sebuah pensel ajaib! Pensel itu bisa menggambar apapun yang diinginkan. Arnab dengan cepat menggambar seekor harimau besar di depan buaya. “Buaya, aku tidak takut kamu menangkapku! Lihat, ada harimau besar di sini!” kata arnab. Buaya sangat takut dengan harimau. Ia membuka mulutnya lebar-lebar, tetapi saat ia mencoba mengaum, pensel ajaib arnab menggambar ekor yang sangat panjang dan melengkung di ekor buaya! Buaya panik dan mencoba melepaskan ekornya, tetapi tidak bisa. Arnab melompat pergi, meninggalkan buaya de...

Junah dan Pensel Ajaib Nyamuk

Di sebuah desa yang tenang, hiduplah Junah bersama ibunya dan kakak tirinya. Junah selalu disuruh mengerjakan pekerjaan rumah yang berat. Suatu hari, saat Junah sedang mencari pakis di hutan, tiba-tiba banyak nyamuk datang menggigitnya! “Aduh, nyamuk-nyamuk, sakit sekali!” keluh Junah. Tiba-tiba, Junah menemukan sebuah pensel ajaib. Saat Junah menggambar nyamuk dengan pensel itu, nyamuk-nyamuk itu langsung terbang menghadapnya dan membungkuk hormat. Junah lalu berkata, “Bawa aku menghadap raja kalian!” Di hadapan Raja Nyamuk, Junah memohon agar rakyatnya tidak lagi menggigitnya. Raja Nyamuk merasa kasihan dan berjanji akan menuruti permintaannya. Sebagai ucapan terima kasih, Raja Nyamuk memberikan Junah gelang emas, sepatu berkilauan, dan pakaian yang indah. Pensel ajaib itu bisa membuat apa saja yang digambarnya menjadi nyata! Junah membawa hadiah itu pulang. Kakak tirinya yang jahat menyuruh temannya, Liah, menggunakan pensel ajaib itu. Liah menggambar Raja Nyamuk dengan wajah marah....

Pensil Ajaib Buyung

Buyung tinggal bersama ibunya. Ibunya mengantarnya belajar mengaji di rumah Tuan Guru. Banyak teman Buyung mengaji di sana. Mereka semua rajin mengaji, kecuali Buyung. Buyung selalu malas mengaji. Dia selalu mencari alasan. Tuan Guru sudah menasihati Buyung, tapi Buyung tidak mau mendengarkan. Suatu hari, Tuan Guru memberikan Buyung sebuah pensil ajaib. “Pensil ini bisa membantumu mengaji, Buyung,” kata Tuan Guru. Setiap Buyung menulis huruf dengan pensil itu, huruf-huruf itu akan bersinar dan Buyung langsung tahu cara membacanya! Tapi Buyung tetap saja malas. Dia lebih suka bermain daripada mengaji. Ketika teman-temannya mengadakan majlis khatam Quran, Buyung merasa sedih karena dia belum bisa mengaji. Dia pergi ke hutan dan duduk di dalam gua. Di sana, dia melihat setetes air menitis di batu, membentuk lekuk. Tiba-tiba, Buyung teringat pensil ajaibnya. Dia mulai menulis dengan pensil itu, dan huruf-huruf itu bersinar terang. Buyung mulai membaca dengan lancar! Dia segera berlari ke m...

Wau Ajaib dan Perang Langit

Di langit, memerintahlah Raja Angin dan Raja Kilat. Mereka sangat kuat, tetapi suka bertengkar. Pertengkaran mereka menyebabkan guruh dan kilat mengamuk di bumi. Di bumi, hiduplah seorang anak bernama Adi yang memiliki Wau Ajaib. Wau itu bisa mengubah apapun yang dilihatnya. Adi kasihan melihat bumi yang porak poranda karena pertempuran di langit. Adi menerbangkan Wau Ajaibnya ke langit. Ia melihat Raja Angin dan Raja Kilat sedang bertempur. Adi mengarahkan Wau Ajaibnya untuk mengubah kedua raja itu menjadi bunga-bunga yang indah. Tiba-tiba, langit menjadi tenang. Raja Angin dan Raja Kilat, yang kini menjadi bunga, saling berdekatan dan menebarkan harumnya. Serpihan-serpihan langit yang jatuh ke bumi menjadi gunung-gunung yang ditumbuhi bunga-bunga indah. Adi tersenyum, Wau Ajaibnya telah menyelamatkan bumi! Penulis: CKK2 Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2