Pensil Ajaib Buyung

Buyung tinggal bersama ibunya. Ibunya mengantarnya belajar mengaji di rumah Tuan Guru. Banyak teman Buyung mengaji di sana. Mereka semua rajin mengaji, kecuali Buyung. Buyung selalu malas mengaji. Dia selalu mencari alasan. Tuan Guru sudah menasihati Buyung, tapi Buyung tidak mau mendengarkan.

Suatu hari, Tuan Guru memberikan Buyung sebuah pensil ajaib. “Pensil ini bisa membantumu mengaji, Buyung,” kata Tuan Guru. Setiap Buyung menulis huruf dengan pensil itu, huruf-huruf itu akan bersinar dan Buyung langsung tahu cara membacanya! Tapi Buyung tetap saja malas. Dia lebih suka bermain daripada mengaji.

Ketika teman-temannya mengadakan majlis khatam Quran, Buyung merasa sedih karena dia belum bisa mengaji. Dia pergi ke hutan dan duduk di dalam gua. Di sana, dia melihat setetes air menitis di batu, membentuk lekuk. Tiba-tiba, Buyung teringat pensil ajaibnya. Dia mulai menulis dengan pensil itu, dan huruf-huruf itu bersinar terang. Buyung mulai membaca dengan lancar! Dia segera berlari ke majlis khatam Quran dan membacakan ayat-ayat suci bersama teman-temannya. Ibunya sangat gembira. Kenduri diadakan untuk merayakan keberhasilan Buyung. Semua teman Buyung ikut berbahagia.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2