Lembing Ajaib Awang

Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah Awang bersama ibunya. Awang dikenal sebagai pemuda yang baik hati. Ada seorang gadis bernama Dayang yang menyukainya, dan Awang juga menyukainya. Mereka bertunangan dengan gembira.

Suatu hari, Awang memberitahu ibunya bahwa dia ingin mencari rezeki. Ibunya mengizinkan. Dayang berjanji akan menunggunya kembali.

Bertahun-tahun berlalu, Awang tak kunjung kembali. Ibunya sedih. Pak Hitam, seorang tetangga, berkata, “Dayang, lupakanlah Awang. Nikahlah dengan Jalak, anak Pak Penghulu. Jalak baik dan kaya raya.”

Dayang menikah dengan Jalak. Pesta pernikahan mereka meriah.

Kebetulan, Awang pulang setelah lama menghilang. Ibunya khawatir. Awang terkejut melihat kampungnya berubah. “Di manakah semua orang?” tanya Awang kepada seorang petani. “Semua orang di rumah Pak Penghulu, merayakan pernikahan Dayang dan Jalak,” jawab petani itu.

Awang menjadi marah. Dia menemukan sebuah lembing pusaka ayahnya yang memiliki kekuatan ajaib: lembing itu bisa melontarkan pelangi yang membuat orang tertawa. Awang berlari ke rumah Pak Penghulu. Ibunya mencoba menghentikannya, tetapi Awang tidak mendengarkan.

Orang-orang kampung terkejut melihat Awang. Karena marah, Awang melontarkan lembingnya. Namun, alih-alih melukai, lembing itu melontarkan pelangi yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, termasuk Dayang dan Jalak. Tawa mereka menular ke seluruh kampung.

Awang menyadari kesalahannya. Dia memeluk Dayang dan meminta maaf. Dayang memaafkannya. Mereka semua tertawa bersama, menyadari bahwa cinta dan kebahagiaan lebih penting daripada amarah dan dendam.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2