Periuk Ajaib dan Pensel Pelangi
Di sebuah desa yang indah, hiduplah Mak Miskin dan anaknya, Mawar. Mak Miskin bekerja membantu Puan Melati, seorang guru yang sangat kaya. Puan Melati sangat kedekut, hanya memberi sedikit uang sebagai upah.
Suatu hari, Mak Miskin sakit, jadi Mawar menggantikannya bekerja. Setelah membantu membersihkan kelas, Mawar meminta upah. Tapi Puan Melati tidak mau memberinya!
Mak Miskin sedih kerana uang di rumah sudah habis. “Ibu, biarkan Mawar mencari bunga-bunga di taman sekolah. Kalau dapat, kita jual di pasar. Hasilnya kita belikan makanan,” kata Mawar.
Mak Miskin setuju. Mawar pergi ke taman sekolah. Saat sedang mencari bunga, Mawar menemukan sebuah periuk aneh. Di dekatnya ada sebuah pensel pelangi yang bisa mengeluarkan hujan saat digambar. Mawar menggambar hujan, dan air dari periuk itu memenuhi ember.
Tiba-tiba, periuk itu bersuara, “Bawalah aku pulang. Mintalah apa sahaja yang kamu mahu. Permintaan kamu pasti akan ditunaikan!”
Mawar membawa periuk itu pulang. Ia menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Ibunya meminta dimasak semangkuk bubur kacang. Seketika, di atas meja ada bubur kacang yang lezat. Mawar dan ibunya sangat gembira. Sejak itu mereka hidup senang. Puan Melati mendengar hal ini dan menyuruh Mawar membawakannya periuk itu. Mawar menurutinya. Di hadapan Puan Melati, periuk itu berkata, “Mintalah apa sahaja yang kamu mahu. Tapi, karena kamu kedekut, semua yang kamu dapatkan akan buruk!” Puan Melati pun mendapat banyak hal buruk karena sifatnya yang kedekut, seperti buku-buku yang hilang dan pensil-pensil yang patah.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan