Bawi dan Kepala Ikan Ajaib

Di sebuah desa yang tenang, hiduplah Bawi bersama ibunya. Ayah Bawi sudah lama pergi. Bawi adalah anak yang pemberani. Suatu hari, Bawi meminta izin ibunya untuk menjelajah hutan. Ibunya mengizinkan. Pergilah Bawi, berjalan jauh ke dalam hutan yang lebat. Ia tiba di sebuah pantai yang sepi. Bawi mandi di air yang jernih, lalu ia merasa lapar. Ia menangkap seekor ikan besar yang berkilauan.

Bawi tinggal di tepi pantai selama berbulan-bulan. Setiap hari ia makan nasi dengan ikan itu. Setelah lama sekali, semua isi ikan habis dimakannya. Yang tersisa hanyalah kepala ikan yang mulai berbau. “Aduh, kalau kepala ikan ini dibiarkan, nanti pantai ini jadi bau!” gumam Bawi. Tiba-tiba, Bawi menemukan sebuah pensil ajaib di dekatnya. Pensil itu bisa mewujudkan apa pun yang ia inginkan! Bawi berpikir keras. Ia menggambar sebuah mesin pembuang sampah raksasa dengan pensil ajaib itu.

Mesin itu langsung muncul! Bawi memasukkan kepala ikan ke dalam mesin itu, dan mesin itu langsung menghilang! Bawi mendengar kabar bahwa Raja negeri Inderalela sedang mencari orang yang bisa membuang kepala ikan. Bawi pergi ke negeri Inderalela dan menceritakan tentang pensil ajaibnya. Raja sangat terkejut dan senang. Raja menikahkan Bawi dengan Putri Mayang Seri. Bawi dan Putri Mayang Seri hidup bahagia di negeri Inderalela, dan Bawi mengajak ibunya tinggal bersama mereka.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2