Puteri Saadong dan Pena Ajaib

Cik Siti Wan Kembang sedang mencari di tepi kolam ketika dia menemukan buih yang berkilauan. Ternyata, itu adalah Puteri Saadong, seorang putri yang sangat cantik. Cik Siti Wan Kembang merawat Puteri Saadong seperti anaknya sendiri. Ketika Puteri Saadong dewasa, dia menikah dengan Raja Abdullah dan mereka tinggal di kota.

Kecantikan Puteri Saadong menarik perhatian seorang penyihir jahat. Penyihir itu menyerang kota untuk menculik Puteri Saadong! Raja Abdullah dan rakyatnya berjuang untuk melindungi Puteri Saadong dan kota mereka. Banyak yang terluka. Mereka terpaksa mengungsi ke kota yang aman.

Di kota yang aman, Puteri Saadong berkata kepada Raja Abdullah, “Suamiku, biarkan aku pergi menemui penyihir itu. Jangan khawatir, aku janji akan kembali.”

Puteri Saadong membawa sebuah Pena Ajaib yang bisa menuliskan apapun yang diinginkan. Dia pergi menemui penyihir itu. Setelah beberapa waktu, dia tidak kembali. Raja Abdullah kemudian menikah dengan Putri Rokiah.

Di tempat penyihir, penyihir itu tidak bisa mendapatkan hati Puteri Saadong. Dia malah terkena kutukan. Puteri Saadong menggunakan Pena Ajaib untuk menuliskan obat kutukan, tetapi dengan syarat penyihir harus mengizinkannya kembali ke kota. Penyihir itu setuju.

Sesampainya di kota, Puteri Saadong mendengar bahwa Raja Abdullah sudah menikah lagi. Dia sangat sedih dan pergi ke gua di gunung. Di sana, dia berdoa dan menggunakan Pena Ajaib untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Puteri Saadong sangat dermawan. Dia meminjamkan Pena Ajaib kepada rakyatnya, tetapi mereka tidak mengembalikannya. Puteri Saadong marah dan menggunakan Pena Ajaib untuk mengubah semua barang yang dipinjam menjadi batu!

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2