Wau Ajaib dan Pertandingan Cerita Bohong
Di Negeri Bagan Permai, Raja Abdul Muluk mengadakan pertandingan cerita bohong. Putri Pancaran Sukma, dengan kecantikannya, menjadi hadiah bagi pemenang. Tiba-tiba, datanglah Aidil membawa Wau Ajaib. Wau itu bisa membuat siapa saja yang memegangnya, bisa bercerita bohong yang sangat meyakinkan! Aidil memegang Wau Ajaib dan berkata, “Tuanku Sultan, ayahandaku pernah meminjamkan Tuanku sepikul emas, sepikul intan, dan sepikul berlian!” Raja Abdul Muluk berpikir keras. Wau Ajaib itu membuat cerita Aidil terdengar sangat nyata! Tapi, Putri Pancaran Sukma melihat kilatan cahaya dari Wau Ajaib. Dia berbisik kepada Raja, “Ayahanda, Wau itu punya kekuatan ajaib! Cerita itu bohong!” Raja Abdul Muluk tertawa. “Ha! Ha! Ha! Kamu benar, Putriku! Aidil, kamu memang cerdik, tapi Wau Ajaibmu ketahuan!” Aidil tertawa bersama. Dia dan Putri Pancaran Sukma menjadi teman baik, dan Wau Ajaib itu menjadi maskot Negeri Bagan Permai.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan