Wau Ajaib dan Keluarga Gergasi di Sungai Pahang
Di Hulu Sungai Pahang, hiduplah Keluarga Gergasi – Ayah Sang, Mak Kelem, dan anak mereka Bai. Mereka mencari makan dengan menangkap ikan. Suatu hari, mereka pergi ke Sungai Pahang. Di sepanjang sungai, mereka memasang sawar.
Saat mereka mengawal sawar, seekor Burung Enggang hinggap di pokok tualang. “Nggang! Enggang! Gang! Nggang!” teriak Burung Enggang berkali-kali. Keluarga Gergasi itu menyangka sawar mereka renggang. Tiba-tiba, Bai menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib yang bisa mengubah apa saja yang disentuhnya menjadi batu!
Bai menyentuh sawar dengan Wau itu, dan sawar itu menjadi kuat dan kokoh. Namun, Burung Enggang tetap berteriak. Sang menjadi marah dan hendak melempar batu, tetapi Kelem menghentikannya. Mereka menyadari bahwa Burung Enggang hanya sedang mencari perhatian.
Bai menggunakan Wau ajaib untuk membuat jembatan kecil dari batu di atas sungai, sehingga Burung Enggang bisa dengan mudah menyeberang. Burung Enggang pun berhenti berteriak dan terbang dengan gembira. Keluarga Gergasi itu pulang ke hutan dengan hati senang. Batu-batu dari Wau ajaib itu masih ada di Sungai Pahang, menjadi bagian dari Kampung Batu Sawar.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan