Pensil Ajaib dan Putera Ikan Yu

Di kerajaan Pandanpuri, hiduplah Sultan Malik Ridhuan dan Putera Jayakesuma. Seorang ahli nujum datang dan berkata, “Sultan, jika Putera tidak dijauhkan, kerajaan akan binasa!”

Sultan mengusir Putera ke hutan. Putera tersesat sampai bertemu Pak Tua dan Mak Tua yang baik hati. Mereka merawat Putera seperti anak sendiri. Suatu hari, Pak Tua menjual Putera kepada seorang pedagang yang akan berlayar. Di tengah laut, kapal karam! Putera tenggelam, tapi tiba-tiba seekor Ikan Yu raksasa menelannya. Di dalam perut Ikan Yu, Putera menemukan sebuah pensil ajaib! Pensil itu bisa mewujudkan apa pun yang digambarnya.

Ikan Yu terdampar di pantai. Nenek Kebayan membelah perut Ikan Yu dan… Putera melompat keluar! Nenek Kebayan terkejut. Putera membantu Nenek Kebayan. Suatu hari, Puteri Intanpuspa melihat Putera dan Nenek Kebayan. Puteri Intanpuspa tertarik pada Putera.

Putera menggunakan pensil ajaibnya untuk menggambar jembatan ke istana. Ia mengajak Puteri Intanpuspa bertemu ayahnya. Sultan menyesal telah mengusir Putera. Ternyata, ramalan ahli nujum itu salah! Ahli nujum itu malah hilang ditelan bumi karena kesombongannya.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2