Tarian Wau Ajaib
Dahulu kala, di Lembah Sungai Selakau, hiduplah Jongen dan ibunya. Jongen sangat sedih kerana ayahnya meninggal dunia akibat dipatuk ular. Tuk Duyung tidak dapat mengubati ayahnya kerana sudah terlambat.
Kemudian, datanglah banjir besar! Jongen dan ibunya terpaksa melarikan diri. Saat mereka sedang lari, ibunya terjatuh ke dalam air. Jongen berusaha menyelamatkan ibunya, tetapi ibunya hanyut.
Jongen sangat sedih dan menangis. Tiba-tiba, sebuah Wau (layang-layang) ajaib muncul! Wau itu bisa berbicara dan berkata, “Jangan bersedih, Jongen! Aku akan membantumu.”
Wau itu membawa Jongen ke Tanjung Dato. Namun, karena terlalu sedih, Jongen kehilangan penglihatannya. Tidak lama kemudian, Jongen meninggal dunia.
Para penghuni rumah panjang sangat berduka. Mereka membuat sebuah tarian yang indah, menggunakan Wau ajaib itu sebagai inspirasi. Mereka menamakan tarian itu sebagai Tarian Wau Ajaib, untuk mengenang Jongen dan ibunya.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan