Pensil Ajaib dan Ibu

Dulu sekali, hiduplah seorang gadis kecil bersama ibunya yang sakit. Mereka sangat miskin. Hanya Keluarga Tuan Ahmad yang tinggal di seberang desa yang kadang membantu, tapi jauh sekali, jadi bantuannya jarang. Tuan Ahmad punya anak laki-laki, dan mereka ingin menjodohkan gadis itu dengan anak Tuan Ahmad.

Suatu hari, Ibu gadis itu sangat ingin makan nangka. Gadis itu punya pensil ajaib, jika digigit, bisa mengeluarkan apapun yang diinginkan. Tapi, ia tak tahu cara menggunakannya. Gadis itu mencoba menggigit pensil, dan tiba-tiba muncul sekeranjang besar nangka! Ibunya makan dengan lahap, tapi sayangnya, ia tetap meninggal dunia.

Gadis itu sangat sedih. Ia meminta bantuan teman-temannya, tapi tak ada yang datang. Ia menutup ibunya dengan tikar. Keesokan harinya, tikar itu hilang! Tiba-tiba, pensil ajaib itu berubah menjadi seekor helang, berkata, “Jangan bersedih, ikuti aku ke rumah Tuan Ahmad.” Gadis itu mengikuti helang.

Di sana, Ibunya berpesan, “Jangan cari kutu di rambut anak Tuan Ahmad!” Setelah itu, Ibunya terbang ke langit. Gadis itu menikah dengan anak Tuan Ahmad. Suatu hari, kepala anak Tuan Ahmad gatal. Ia menyuruh gadis itu mencari kutu. Gadis itu ingat pesan Ibunya, tapi ia terpaksa melakukannya.

Anak Tuan Ahmad tertidur. Ketika bangun, gadis itu sudah tidak ada. Pensil ajaib itu berubah menjadi helang lagi, berkata, “Kata Ibu tak boleh dilanggar. Selamat tinggal!” Anak Tuan Ahmad itu menyesal.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2