Wau Ajaib dan Buaya yang Hilang

Siti dan Bagung punya adik bernama Buaya, seekor buaya kecil yang lucu. Siti selalu menyayangi mereka. Buaya tinggal di dalam pasu berisi air, dan Siti memberinya makan nasi. Bagung sering bermain di sungai, tetapi Buaya tidak pernah ikut.

Suatu hari, Bagung berjanji akan membawa Buaya ke sungai. Saat ibu mereka sedang tidur, Bagung membawa Buaya ke tepi sungai. Mereka bermain dengan gembira. Buaya tidak mau naik ke darat. Siti terbangun dan memarahi Bagung. Buaya memohon untuk tinggal di sungai. Siti mengizinkannya, tetapi Siti punya wau ajaib yang bisa mengabulkan permintaan. Siti berharap Buaya bisa mandiri.

Setelah beberapa lama, Buaya pandai mencari makan sendiri. Ia tidak mau lagi Siti membawakan nasi. Suatu hari, Siti membawakan nasi. Buaya menjadi marah dan menelan Siti! Bagung yang baru pulang dari hutan, menemukan wau ajaibnya. Ia menerbangkan wau itu dan berteriak, “Wau, kembalikan ibuku!” Wau itu menyedot Buaya keluar dari perutnya, dan Siti selamat! Bagung menjahit perut Buaya dengan benang ajaib dari wau itu dan mengusirnya ke sungai. Sejak itu, Buaya tidak punya lidah dan ada bekas jahitan di perutnya, tapi ia belajar untuk tidak jahat.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2