Wau Ajaib dan Puteri Gading Geruh

Di kerajaan Kuala Nujur, Raja Kalih Dihilir sangat menginginkan Puteri Gading Geruh dari Betara Jelita. Dia mengirimkan rombongan untuk meminang, tapi ditolak.

Raja Kalih Dihilir marah dan menggunakan sihirnya untuk menculik Puteri Gading Geruh, membawanya ke hutan. Berita itu sampai ke Betara Jelita. “Aku akan menikahkan puteriku dengan pemuda yang bisa membawanya pulang,” kata raja.

Angka Mandi, seorang pemuda biasa, menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa membawa orang terbang ke mana saja! Dia menerbangkan Wau itu ke hutan dan menemukan Puteri Gading Geruh yang diikat di dekat Raja Kalih Dihilir dan teman-temannya.

Angka Mandi menggunakan Wau ajaib untuk meniupkan angin kencang ke arah Raja dan teman-temannya. Angin itu membuat mereka tertidur lelap. Angka Mandi membebaskan Puteri Gading Geruh dan membawanya pulang dengan Wau ajaib.

Di Betara Jelita, raja menepati janjinya. Puteri Gading Geruh menikah dengan Angka Mandi.

Raja Kalih Dihilir dan teman-temannya terbangun dan marah. Mereka ingin menyerang, tapi Angka Mandi menerbangkan Wau ajaib dan menjatuhkan hujan permen dari langit, membuat semua orang lupa untuk marah dan malah asyik makan permen!

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2