Wau Ajaib dan Persahabatan yang Putus

Dahulu kala, Isap dan Badar adalah sahabat karib. Isap tinggal di desa, sementara Badar tinggal di kota. Mereka sudah menikah. Suatu hari, Badar mengunjungi Isap. Isap dan istrinya menyambutnya dengan senang hati. Saat Badar hendak pulang, Isap memberinya buah-buahan sebagai oleh-oleh. Namun, Isap dan istrinya tidak pernah mengunjungi Badar. Badar selalu punya alasan. Istri Isap curiga Badar tidak jujur.

Suatu hari, Badar datang lagi saat Isap sedang bekerja di ladang. Istrinya memberitahu Badar bahwa Isap sedang marah dan akan memukul siapa saja. Kebetulan, Isap baru pulang dan melihat Badar. Isap berlari ke arah Badar sambil membawa cangkul. Badar lari ketakutan. Isap berhenti karena lelah. Isap menyesal Badar tidak menunggu. Sejak saat itu, Badar tidak lagi mengunjungi Isap, dan persahabatan mereka putus.

Namun, Isap memiliki sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa menunjukkan kebenaran. Isap menerbangkan Wau itu, dan Wau itu menunjuk ke arah Badar. Wau itu berbisik, “Badar tidak jujur. Dia selalu mencari alasan untuk tidak mengunjungi Isap.” Isap mengerti. Persahabatan yang putus itu memang sudah seharusnya terjadi karena dibangun di atas ketidakjujuran.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2