Wau Ajaib dan Pak Sanip
Di sebuah kampung yang tenang, hiduplah Pak Sanip, seorang lelaki yang sangat kedekut. Dia punya banyak ternakan, tapi tak pernah dia sembelih. Keluarganya hanya makan nasi dengan ikan bilis dan kicap saja. Fatimah adalah anak perempuan Pak Sanip. Fatimah sudah menikah dengan Leman. Mereka tinggal di pondok dekat kebun Pak Sanip. Fatimah selalu memikirkan sifat kedekutan bapanya.
Suatu hari, Leman menemukan sebuah Wau (layang-layang) ajaib. Wau itu bisa mewujudkan keinginan! Leman meminta Fatimah mengajak Pak Sanip ke rumah mereka. Leman menyembelih seekor kambing milik Pak Sanip, lalu menggunakan Wau ajaib untuk membuat kari kambing yang sangat harum dan lezat. Fatimah membangunkannya dari tidur dan mengajaknya makan.
Pak Sanip langsung duduk di meja makan dan makan dengan lahap. Dia makan nasi berkali-kali. Kari kambing itu benar-benar enak! Leman dan Fatimah hanya tersenyum melihat Pak Sanip makan.
Setelah Pak Sanip selesai makan, Leman berkata, “Pak Sanip, kari kambing yang Bapak makan itu dibuat dengan Wau ajaib. Wau itu bisa membuat makanan enak dari mana saja.”
“Sudah tua, Pak Sanip. Harta Bapak yang banyak itu, kalau disedekahkan, Wau ajaib akan memberikan rezeki yang lebih banyak lagi. Semua ini hanyalah pinjaman dari langit,” kata Leman.
Pak Sanip terkejut dan sadar. Sejak hari itu, Pak Sanip berubah menjadi orang yang murah hati. Dia sering menyembelih ternakannya untuk menjamu orang kampung, dan Wau ajaib selalu membantunya membuat makanan yang lezat.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan