Wau Naga dan Hingan yang Berani

Zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda yang gagah perkasa bernama Hingan. Suatu pagi, Hingan bersedia mendaki bukit-bukau ke arah gua yang menjadi tempat tinggal seekor Naga Buas. Ibu Hingan memberi anaknya sebatang lembing, sebuah perisai, dan sebuah parang. Namun, dia juga memberikan Hingan sebuah Wau (layang-layang) ajaib yang bisa mengeluarkan pelangi.

Apabila Naga itu muncul di pintu gua, Hingan mengacah agar Naga itu keluar. Apabila Naga membuka mulutnya luas, Hingan terus mencampak perisai ke dalam mulut Naga dan melompat masuk ke dalam mulut Naga. Lalu, Hingan mengeluarkan Wau ajaibnya dan pelangi yang terang benderang menyilaukan mata Naga. Naga itu terkejut dan tidak bisa melihat, sehingga Hingan bisa menikam jantung Naga yang buas itu bertubi-tubi dengan parangnya.

Mereka membiarkan bangkai Naga itu busuk di situ. Lama-kelamaan bangkai itu ditumbuhi rumput-rumput dan tumbuhan. Bangkai yang ditumbuhi rumput itu akhirnya menjadi sebuah gunung yang digelar Usun Apau, yang bermaksud Dataran Tinggi Naga.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2