Awang dan Pertanyaan di Sekolah

Di sebuah sekolah yang ramai, hiduplah seorang budak bernama Awang. Dia dikenal sebagai anak yang suka berpikir. Setelah dewasa, Awang menjadi murid yang cerdas di seluruh sekolah. Kepala Sekolah lalu memanggil Awang.

“Awang, aku punya dua pensil di tanganku. Salah satunya sudah tumpul. Bisakah kamu menebak, pensil mana yang masih bisa digunakan?” tanya Kepala Sekolah.

“Mudah sahaja, Pak Kepala! Jika pensil di tangan kanan sudah tumpul, maka pensil di tangan kiri pasti masih bisa digunakan. Begitu sebaliknya,” jawab Awang dengan percaya diri.

“Aku mengerti itu, Awang. Tapi, tebaklah pensil di tangan kiri ke kanan yang masih bisa digunakan?” tanya Kepala Sekolah lagi.

“Pertanyaan ini tidak adil, Pak Kepala! Pak Kepala sebenarnya punya dua pensil yang masih bagus. Jika aku mengatakan pensil di tangan kiri yang masih bagus, Pak Kepala pasti akan mengasah pensil di tangan kanan. Begitu sebaliknya!” kata Awang dengan bijak.

Kepala Sekolah sangat senang dengan jawaban Awang. Baginda mengakui kecerdasan Awang dan memberinya hadiah buku cerita baru.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan