Kancil dan Bunga Tanjung
Suatu malam, Kancil yang lincah melompat turun dari awan ke sebuah kolam kecil. Dia meletakkan daun pandan kesayangannya di bawah pohon rindang. Setelah selesai bermain air, Kancil terkejut! Daun pandannya hilang! Kancil menangis sedih kerana tanpa daun itu, dia tidak bisa pulang ke awan.
Seekor Siput tua yang mendengar tangisan Kancil bertanya, “Kenapa kamu menangis, Kancil?”
“Daunku hilang!” jawab Kancil.
“Pasti ada yang mengambilnya. Mari tinggal bersamaku,” pelawa Siput tua itu.
Kancil setuju.
Keesokan harinya, Siput tua pergi mencari buah-buahan di hutan. Setelah lelah, dia berhenti di bawah pohon tempat Kancil bermain. Dia melihat ribuan kuntum bunga putih kekuningan yang harum sekali.
“Apakah nama bunga-bunga ini?” tanya Siput tua kepada Kancil.
“Bunga Tanjung! Bunga Tanjung adalah bunga kesukaan di awan sana,” balas Kancil.
“Kalau begitu, aku akan memanggilmu Kancil Bunga Tanjung,” kata Siput tua.
Suatu malam, Kancil Bunga Tanjung melihat sebuah bungkusan. Dia membukanya dan terkejut! Di dalamnya ada daun pandan kesayangannya! Kancil segera mengenakan daun itu lalu melompat kembali ke awan.
Setiap kali musim berbunga tiba, Kancil Bunga Tanjung akan turun ke bumi dan menangis di bawah pohon itu. Air matanya berubah menjadi bunga Tanjung yang cantik.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan