Kancil dan Cincin Biru Ajaib

Di Kampung Sungai Jin, hiduplah Kancil bersama Ayahnya, Batin Awang Lindung. Suatu hari, Ayahnya pergi untuk selamanya setelah makan daging rusa putih. Ayahnya meninggalkan Kancil seekor sumpit dan tiga sahabat: Anjing yang setia, Elang yang gagah, dan Kucing yang lincah.

Suatu hari, saat Kancil sedang mencari makan, hujan turun dengan deras. Dia berlari berteduh ke dalam sebuah gua. Di sana, dia melihat seorang Pak Tua sedang mencari sebuah cincin. Gua itu penuh dengan harta karun berkilauan!

Pak Tua itu berkata, “Kancil, tolong carikan cincin kesayanganku. Harta lainnya, ambillah!”

Kancil menemukan sebuah cincin permata biru yang indah dan memasangkannya di jari Pak Tua. Seketika, Pak Tua itu terbang ke angkasa dengan kekuatan cincin itu, meninggalkan Kancil terkurung bersama harta-harta.

“Tuan!” terdengar suara memanggil.

Kancil mendongak. Ternyata Anjingnya! Kancil menyuruh Elang dan Kucing untuk mencari Pak Tua dan mengambil kembali cincin permata biru itu.

Kucing menerkam Raja Tikus dan berkata, “Seorang Pak Tua telah mencuri cincin permata biru milik Tuanku. Temukan cincin itu segera!”

Raja Tikus dengan sigap mencari dan berhasil menemukan cincin itu. Ia menyerahkannya kepada Kucing. Kucing dan Elang kemudian mengembalikan cincin itu kepada Kancil.

Begitu Kancil memasangkan cincin itu, cincin itu bersuara, “Perintahlah apa saja, Kancil! Aku siap melaksanakannya!”

Kancil meminta semua harta di dalam gua itu diantar ke kampungnya. Kancil pulang ke kampungnya sebagai Kancil yang kaya raya. Dia menjadi pemimpin muda di kampungnya, menggantikan Ayahnya, Batin Awang Lindung.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2