Kancil dan Ibu Sayang

Di tengah hutan yang rimbun, hiduplah Kancil kecil bersama ibunya. Mereka sangat miskin, tak ada satupun binatang yang mau membantu, kecuali Keluarga Beruang yang tinggal di ujung bukit. Tapi jauh sekali, jadi bantuan hanya sesekali saja. Keluarga Beruang punya anak Beruang jantan. Mereka ingin menjodohkan Kancil dengan Beruang jantan itu.

Suatu hari, Ibu Kancil sakit parah dan sangat ingin makan buah nangka. Kancil kecil pun pergi mencari, tapi tak ketemu. Ibu Kancil akhirnya pergi untuk selamanya. Kancil sangat sedih. Ia meminta bantuan teman-teman hutan, tapi tak ada yang datang. Akhirnya, Kancil menutup ibunya dengan tikar daun pandan lusuh.

Pagi harinya, Kancil terkejut, ibunya sudah tidak ada di bawah tikar! Tapi, seekor Helang besar bertengger di jendela, berkata, “Jangan bersedih, Kancil kecil. Mari ikut Ibu ke rumah Keluarga Beruang.” Kancil mengikuti ibunya. Di sana, Ibu Kancil berpesan, “Jangan cari kutu di rambut Beruang jantan itu!”

Setelah itu, Ibu Kancil terbang ke langit. Kancil menikah dengan Beruang jantan. Suatu hari, kepala Beruang jantan gatal sekali. Ia menyuruh Kancil mencari kutu. Kancil sedih, karena melanggar pesan ibunya, tapi ia tetap melakukannya.

Beruang jantan itu tertidur. Ketika bangun, Kancil sudah tidak ada. Seekor Helang berkata, “Kata Ibu tak boleh dilanggar. Selamat tinggal!” Beruang jantan itu menyesal.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2