Kancil dan Ikan Emas
Pak Malim dan Mak Malim tinggal di tepi Sungai Bernam. Mereka hidup susah. Suatu hari, Pak Malim, si Kancil yang bijak, pergi ke sungai untuk memancing ikan. Tapi, tak ada seekor ikan pun yang kena pancingannya. Kancil itu pun sudah putus asa.
Ketika Kancil mengangkat pancingannya, dia terasa ada benda berat. Seekor ikan kecil, si Ikan Emas yang baik hati, telah termakan umpan Kancil. Ikan Emas itu berkata, “Kancil yang budiman, lepaskanlah aku. Aku berjanji akan membuatmu kaya raya. Besok, sebelum matahari terbit, gali tanah di pangkal pokok ketapang di depan pondokmu. Kamu akan menemui tempayan berisi emas. Tapi, jangan beritahu siapa-siapa, termasuk Mak Malim!”
Kancil pun melepaskan Ikan Emas itu. Keesokan harinya, Kancil melakukan seperti yang disuruh. Dia menemui tempayan berisi emas dan membawanya pulang.
Sekarang, Kancil dan Mak Malim menjadi kaya. Kancil tetap rendah hati dan selalu membantu teman-temannya yang miskin. Tapi, Mak Malim menjadi sombong dan suka mengejek yang meminta bantuan.
Suatu hari, badai datang! Hujan lebat dan angin kencang. Mak Malim sendirian di rumah dan sangat takut. Dia keluar mencari Kancil. Kancil sedang membagikan hartanya kepada teman-temannya.
Air sungai meluap! Mak Malim hanyut dan lemas. Setelah selesai, Kancil pulang ke rumah dan tidak menemukan Mak Malim.
Malamnya, Kancil bermimpi bertemu dengan Kakek Penyu yang bijaksana. Kakek Penyu berkata, “Jangan bersedih, Kancil. Istrimu lemas karena hatinya tidak baik.” Kancil pun terus membantu teman-temannya yang membutuhkan.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan