Kancil dan Perahu Nasi

Kancil yang cerdik menemui sebongkah nasi keras yang sangat besar. “Wah, ini bisa jadi perahu!” serunya. Kancil lalu mendorong nasi keras itu ke sungai dan menjadikannya perahu.

Di perjalanan, Rusa yang baik hati, Babi Hutan yang lucu, Badak yang kuat, dan Kerbau Jantan yang ramah ikut menumpang. Mereka menjadi sahabat baik.

Sampai di tepi sungai, mereka bersama-sama membangun pondok kecil. Mereka membuat bubu untuk menangkap ikan. Ikan-ikan yang tertangkap lalu diasapi di atas api unggun. Rusa bertugas menjaga ikan salai itu, sementara Kancil dan teman-temannya pergi mencari ikan lagi.

Tiba-tiba, muncullah Gergasi yang lapar! Ia melahap semua ikan salai yang dijaga Rusa. Rusa ketakutan dan berlari memberitahu teman-temannya. Kejadian ini berulang beberapa kali.

Saat giliran Kancil menjaga ikan salai, ia tidak takut. Kancil memarahi Gergasi dengan berani. Gergasi terkejut melihat keberanian Kancil. Mata Kancil yang hijau terang menarik perhatian Gergasi. Ia ingin punya mata sehijau Kancil.

“Mata ini bukan asli,” kata Kancil. “Gajahku yang mengecatnya dengan getah hijau.”

Gergasi menyuruh Kancil mengecat matanya. Kancil menyuruh Gergasi berbaring dan tidak bergerak. Lalu, Kancil mengoleskan getah hijau ke mata Gergasi. Tapi, kelopak mata Gergasi saling menempel! Gergasi berlari ke dalam hutan dengan panik.

Rusa, Babi Hutan, Badak, dan Kerbau tertawa gembira. Ikan salai yang tersisa dibagi rata. Kancil mendapat bagian paling sedikit. Ia tidak senang dan menendang perahu nasi hingga pecah, lalu melarikan diri ke dalam hutan.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2