Kancil dan Pondok Bintang

Kancil yang cerdik berjalan ke dalam hutan, tetapi aduhai, dia tersesat! Di tengah hutan, dia menemukan sebuah pondok kecil. Pondok itu ditempati oleh seekor anak rusa betina bernama Bintang Banyak. Kancil meminta izin untuk tinggal sebentar. Bintang Banyak mengizinkan, tetapi dengan satu syarat: Kancil tidak boleh membuka tempayan besar di dapur. Bintang Banyak berkata, dia mempunyai enam kakak yang sedang bekerja di sawah.

Setelah beberapa lama tinggal di sana, Kancil dan Bintang Banyak menikah dan dikaruniakan seorang anak lelaki bernama Selamuda. Suatu hari, Kancil sangat penasaran, “Apa ya isinya tempayan itu?” Dia membuka penutupnya dan terkejut! Banyak sekali rusa kecil sedang menanam padi!

Ketika Bintang Banyak tahu, dia menangis. “Kancil, kamu melanggar janjiku! Sekarang, kamu dan Selamuda harus pergi ke bumi!” Ternyata, mereka berada di kayangan, dan rusa-rusa di dalam tempayan adalah penduduk bumi. “Kami adalah tujuh bintang di langit yang menuntun para petani menanam padi,” kata Bintang Banyak. Kancil sangat menyesal, dan dia bersama Selamuda meluncur turun ke bumi melalui tempayan. Itulah sebabnya, ketika bintang tujuh bersaudara muncul, kaum Dayak mulai menanam padi.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2