Kancil dan Tasik Ajaib
Di tengah hutan yang lebat, hiduplah Kancil yang cerdik. Suatu hari, Kancil menemukan sebuah tasik yang indah di Negeri Sembilan. Dia pun mulai menjelajahi dan membangun rumah di dekat tasik itu.
Kancil bermimpi, tasik itu milik para penghuni kayangan! Mereka bilang, manusia tak boleh makan ikan di sana, karena ikan-ikan itu adalah hewan peliharaan putri raja. Siapa yang melanggarnya, akan kena bencana! Semua penduduk kampung takut, tak ada yang berani menangkap ikan di tasik itu.
Datanglah Cik Burung Hantu yang keras kepala. Kancil menasihatinya, “Jangan sekali-kali menangkap ikan di tasik itu, Cik Burung Hantu!” Tapi Cik Burung Hantu tak peduli. Dia tetap pergi menjala ikan.
Baru saja jala Cik Burung Hantu dilempar, muncul Nenek Penyu yang bijaksana. “Jangan tangkap ikan-ikan itu! Mereka bukan makanan untukmu!” kata Nenek Penyu.
Cik Burung Hantu tak mengindahkan. Dia menarik jalanya, dan isinya penuh ikan keli! Anehnya, hanya ikan keli yang tertangkap. Tapi Cik Burung Hantu tetap membawanya pulang.
Sesampainya di rumah, Cik Burung Hantu langsung memasak ikan keli itu. Setelah matang, dia makan dengan lahap.
Keesokan harinya, perut Cik Burung Hantu sakit sekali! Tiba-tiba, dia berubah menjadi ikan keli, tapi warnanya bukan hitam, melainkan perak berkilauan.
Nenek Penyu muncul lagi, membawa ikan itu ke Sungai Lukut. Ikan itu berenang ke laut, tapi air laut terlalu asin, jadi dia kembali ke tasik. Sayangnya, tasik itu sudah kering! Orang kampung membuat sawah di sana, dan tempat itu dinamakan Kuala Sawah. Ikan itu pun dikenal sebagai Ikan Keli Kuala Sawah.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan