Kancil yang Malas Mengaji
Kancil Buyung tinggal bersama ibunya. Ibunya menghantar Kancil Buyung belajar mengaji di rumah Tuan Guru yang bijaksana. Banyak kawan-kawan Kancil Buyung mengaji di sana. Mereka semua rajin mengaji, kecuali Kancil Buyung. Kancil Buyung selalu malas mengaji. Dia selalu ada alasan! 'Hari ini panas, Tuan Guru!' atau 'Perutku lapar, Tuan Guru!' Tuan Guru sudah menasihati Kancil Buyung berkali-kali, tapi Kancil Buyung tidak peduli. Akhirnya, semua kawan-kawan Kancil Buyung selesai mengaji al-Quran, Kancil Buyung masih membaca alif ba ta.
Suatu hari, kawan-kawan Kancil Buyung mengadakan majlis khatam Quran di rumah Tuan Guru. Mereka menjemput Kancil Buyung, tapi Kancil Buyung malu. Dia lari ke hutan dan bersembunyi di dalam gua. Di dalam gua, dia melihat setetes air menitis di batu. Lama-lama, batu itu menjadi berlekuk! 'Wah! Berapa lama ya air itu menitis sampai batu jadi berlekuk?' tanya Kancil Buyung sendiri.
Kancil Buyung tersadar! Kalau dia rajin berusaha dan tidak putus asa, dia juga pasti bisa mengaji! Kancil Buyung keluar dari gua dan berlari ke majlis khatam Quran. Dia berjanji pada Tuan Guru, dia tidak akan malas lagi. Akhirnya, Kancil Buyung berhasil mengaji seluruh al-Quran! Ibunya sangat gembira. Kenduri diadakan di rumah Tuan Guru. Semua kawan Kancil Buyung datang. Mereka senang hati karena Kancil Buyung sekarang bisa mengaji seperti mereka.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan