Kancil yang Peduli
Dahulu kala, di sebuah hutan kecil, hiduplah seekor Kancil yang sangat peduli. Tapi, semua hasil hutan harus diberikan kepada Negeri Angin Atas. Akibatnya, hutan itu menjadi tandus. Suatu hari, utusan Negeri Angin Atas datang menemui Kancil. Ia berkata, “Raja Negeri Angin Atas ingin segantang manik dari tujuh sungai.”
Kancil sangat sedih. Untuk menghibur diri, ia berpura-pura menjadi tupai dan membantu mengumpulkan kacang. Setiap hari, ia membantu teman-temannya mencari makanan dan membangun sarang. Di suatu sore, Kancil duduk termenung di tepi sungai mengenangkan nasib hutan. Tiba-tiba muncul seekor Ikan besar lalu berkata, “Janganlah kamu bersedih, Kancil. Aku akan carikan segantang manik dari tujuh sungai itu.”
Setelah beberapa hari, Kancil kembali ke tepi sungai. Ikan besar menyerahkan segantang manik dari tujuh sungai yang dikumpulkannya kepada Kancil. Kancil sangat gembira lalu berterima kasih kepada Ikan besar itu. Tidak lama kemudian, datanglah raja Negeri Angin Atas dan pasukannya. Ia mengambil segantang manik itu lalu berangkat pulang.
Namun, di perjalanan, perahu raja dan pasukannya diserang oleh berbagai jenis ikan. Kekacauan terjadi. Raja Negeri Angin Atas segera berlayar pulang tanpa menghiraukan manik-maniknya. Sejak saat itu, Kancil selalu peduli dan membantu teman-temannya. Semua masalah bisa diselesaikan dengan mudah karena Kancil selalu mengutamakan kebaikan teman-temannya.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan