Asal Usul Pasar Tapak di Pasar Malam

Di dekat Pasar Malam yang ramai, ada Kampung Tengkek. Di sana ada air mancur yang indah. Di sekeliling air mancur, ada beberapa batu besar. Ada yang bentuknya seperti lesung, ada yang seperti tungku. Menurut cerita orang tua, dulunya tempat itu milik Nenek Moyang Bertam.

Dahulu, Bertam belajar memasak di sekolah memasak. Dia belajar banyak resep dan menjadi koki yang hebat. Gurunya pesan, “Gunakan keahlianmu untuk membantu orang lain, Bertam!”

Bertam pulang ke kampungnya dan selalu membuat kue untuk teman-temannya. Semakin banyak anak-anak yang datang ke rumahnya. Akhirnya, Bertam menjadi penjual kue di Pasar Malam. Orang-orang memanggilnya Nenek Moyang Bertam.

Tapi, ketika usahanya semakin maju, Bertam jadi pelit dan tidak mau berbagi dengan teman-temannya yang kurang mampu.

Suatu hari, gurunya datang menyamar sebagai nenek-nenek. “Nak, ibu haus. Boleh tolong ambilkan air?” tanya nenek itu.

“Di sana, dekat air mancur!” kata Bertam sambil menunjuk. Air pun muncrat! Nenek itu minum dan menghilang.

Tidak lama kemudian, datanglah hujan deras. Semua gerobak di Pasar Malam berubah menjadi batu! Itulah asal usul Pasar Tapak di Pasar Malam.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2