Awang si Malim di Pasar Malam

Awang si Malim tinggal bersama ibunya di sebuah rumah sederhana dekat pasar malam. Dia anak yang rajin, selalu membantu ibunya berjualan kuih. Setiap sore, setelah membantu ibunya, Awang si Malim akan belajar agama dan silat di balai desa bersama Pak Guru.

Suatu hari, Pak Guru berkata, “Awang, kamu harus mencari guru yang lebih hebat dan teman yang lebih pintar.” Awang si Malim mengangguk.

Dia memberitahu ibunya tentang rencananya. Kemudian, Awang si Malim mulai berkeliling pasar malam. Dia meminta orang-orang untuk memasak nasi dan jagung yang dibawanya.

Sayangnya, tidak ada yang bisa memasaknya dengan benar. Mereka mengembalikan nasi dan jagung itu.

Hingga dia tiba di sebuah gerai makanan. Dia menumpang makan malam di sana. Awang si Malim menawarkan bekalnya kepada pemilik gerai untuk dimasak.

Sambil menunggu, Awang si Malim berbincang dengan pemilik gerai, seorang ibu yang bijaksana. Ibu itu bercerita tentang murid-muridnya yang dulu, yang lupa ilmu setelah sukses.

Tidak lama kemudian, makan malam siap. Anak perempuannya menggunakan wajan dan spatula untuk memasak nasi, jagung, dan sayuran dengan lezat.

Awang si Malim terkejut dengan kebaikan dan ilmu keluarga itu. Dia mengerti pesan Pak Guru. Ibu itu adalah guru yang hebat, dan anak perempuannya adalah teman yang pintar.

Awang si Malim pun menikah dengan anak perempuan itu dan belajar banyak hal darinya. Setelah itu, dia membawa isterinya pulang ke rumahnya.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2