Bacang dan Duren di Pasar Malam

Di Pasar Malam yang ramai, ada dua penjual buah, Bacang dan Duren. Duren selalu ramai pembeli karena baunya harum dan rasanya enak sekali. Bacang merasa sedikit sedih, karena buahnya kurang laku.

“Duren, bolehkah kamu berbagi sedikit wangimu? Aku juga ingin pelanggan suka padaku,” kata Bacang dengan nada cemas.

“Bacang, bersyukurlah dengan apa yang kamu punya. Setiap buah punya keistimewaannya sendiri,” jawab Duren sambil tersenyum. Tapi Bacang tetap merasa kurang.

Suatu malam, Bacang mencoba menyemprotkan parfum yang mirip bau Duren ke buahnya. Tapi, baunya malah jadi aneh dan tidak enak. Duren yang melihat, merasa kasihan. Sejak saat itu, Bacang dan Duren memilih berjualan di tempat yang berbeda. Bacang tetap menjual buahnya, dan Duren tetap menjadi favorit di Pasar Malam.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2