Bujang Terboyoi di Pasar Malam
Di sebuah pasar malam yang ramai, hiduplah sepasang ibu bapa yang bekerja keras. Suatu hari, mereka dikaruniakan seorang anak lelaki yang diberi nama Bujang Terboyoi. Berita itu sampai ke Tuan Besar, pemilik pasar malam. Beliau meminta Pak Cik Ramli, seorang penasihat, untuk meramalkan nasib anak itu. Pak Cik Ramli berkata, “Anak ini kelak akan membawa masalah besar!”
Tuan Besar memerintahkan Bujang Terboyoi ditinggalkan di taman bermain. Dengan berat hati, ibu Bujang membawanya ke sana. “Jangan risau, Ibu. Tinggalkan sahaja saya di sini, dan doakan saya kuat,” kata Bujang Terboyoi.
Bujang Terboyoi membesar di taman bermain. Anak-anak lain mengajarkannya bermain bola, melukis, dan berdikari. Seorang tukang jam yang baik hati memberikannya sebuah gelang tangan ajaib.
Suatu hari, Bujang Terboyoi kembali ke pasar malam. “Tuan Besar, izinkan saya membantu ibu bapa saya,” pintanya, sambil menunjuk ke arah ibunya yang sedang menjual kuih. Tuan Besar mengizinkannya. Bujang Terboyoi membantu ibunya melayani pelanggan dan membersihkan gerai.
Dengan gelang tangan ajaibnya, Bujang Terboyoi memohon sebuah rumah kecil untuk keluarganya. Seketika, rumah itu muncul di dekat pasar malam! Ibu bapa Bujang Terboyoi terkejut gembira. Bujang Terboyoi bersinar. “Saya akan menjaga kalian!”
Mereka bersatu kembali. Tuan Besar mengahwinkan Bujang Terboyoi dengan anak perempuannya. Ketika Tuan Besar tua, Bujang Terboyoi menjadi pengurus pasar malam yang bertanggungjawab.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan