Busu dan Pasar Malam yang Ramai

Di sebuah kampung yang asri, hiduplah seorang nenek dengan tujuh cucu laki-laki. Cucu bungsunya, Busu, agak berbeda. Ia pendek dan berambut lebat. Nenek memanggilnya Busu, sementara kakak-kakaknya memanggilnya Mawas. Suatu hari, kakak-kakaknya pergi ke pasar malam untuk berjualan. Busu ikut, meskipun nenek melarangnya. Nenek memberinya sebuah labu kecil. Sesampainya di pasar malam, kakak-kakaknya meninggalkannya di sebuah sudut yang sepi.

Saat hujan turun, Busu menabur biji labu di pot yang dibawanya. Tak lama kemudian, tanaman labu tumbuh dan berbuah lebat. Ketika Busu hendak menjual labunya di pasar malam, ia heran karena labunya sudah habis! Suatu malam, Busu bersembunyi di balik meja dan melihat seorang pedagang curang mengambil labunya.

Busu dengan berani menangkap pedagang itu. Pedagang itu meminta maaf dan menawarkan uang. Namun, Busu hanya meminta sebuah alat ukur yang bisa menimbang keadilan. Beberapa bulan kemudian, kakak-kakak Busu sudah punya pekerjaan masing-masing. Busu kembali ke rumah neneknya. Hidup Busu dan neneknya menjadi lebih baik dari kakak-kakaknya.

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2