Pakcik Rahman dan Garam Pasar Malam
Suatu hari, Pakcik Rahman yang berjualan sayur di pasar malam merasa lelah. Dia ingin mencoba sesuatu yang baru. Berdagang katanya, lebih banyak uang! Dia ingin menjual garam. Awalnya, dia ingin membeli garam dari tukang grosir, tetapi dia berubah pikiran. Dia ingin membuat garam sendiri! Pakcik Rahman pun pergi ke pantai dekat rumahnya. Dia mengisi beberapa ember besar dengan air laut. Setelah airnya menguap di bawah matahari, terbentuklah kristal-kristal garam. Pakcik Rahman mengumpulkan garam itu dan memasukkannya ke dalam karung besar.
Kemudian, dia menggendong karung itu dan ingin pulang ke rumah. Sebelum itu, Pakcik Rahman ingin makan roti bakar yang dibeli di pasar malam. Setelah kenyang, dia merasa mengantuk. Dia khawatir karung garamnya dicuri, jadi dia menyembunyikannya di balik tumpukan kotak di sudut pasar. Ketika Pakcik Rahman bangun, dia segera mengambil karungnya dan pulang ke rumah.
Tiba di halaman rumah, Pakcik Rahman meletakkan karung garam di atas meja lalu memanggil istrinya, “Ain! Ain! Aku sudah pulang! Aku bawa garam!”
“Mana garamnya, Abang?” tanya Ain.
“Aduh! Tadi ada. Tidak mungkin hilang. Banyak orang yang tidak jujur di pasar malam. Tapi, aku menyembunyikannya di tempat yang aman, di balik kotak-kotak!” kata Pakcik Rahman.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan