Putri Melur dan Pasar Malam
Di sebuah kota yang ramai, hiduplah Pak Kepala Desa, Mak Kepala Desa, dan putri mereka, Putri Melur. Putri Melur sangat manis dan suka membantu. Tapi, ada satu masalah: napasnya bau!
Suatu hari, datanglah seorang anak laki-laki dari desa sebelah untuk melamar Putri Melur. Tapi, teman-temannya tidak mau menikahinya karena bau mulut Putri Melur. Putri Melur sedih dan pergi ke pasar malam. Di sana, dia duduk termenung di dekat gerobak es krim.
Tiba-tiba, seorang penjual bunga yang ramah mendekatinya. Dia bertanya apa yang terjadi. Putri Melur menceritakan masalahnya. Penjual bunga itu tersenyum dan memberikan empat bungkus permen rasa mint. Dia menyuruh Putri Melur memakannya. Seketika, bau tidak enak dari mulutnya hilang! Putri Melur sangat senang dan berterima kasih kepada penjual bunga.
Anak laki-laki itu kembali dan melamar Putri Melur lagi. Kali ini, semua orang setuju! Saat pernikahan, Putri Melur meminta permen rasa mint diberikan kepada semua tamu. Sejak saat itu, tradisi memberikan hadiah manis di pernikahan dimulai, dan masih dilakukan hingga sekarang!
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan