Rantai Emas di Pasar Malam

Adi dan ibunya tinggal di rumah sederhana. Mereka bekerja membantu di Pasar Malam. Jika mereka bisa menjual banyak makanan, mereka bisa membeli sedikit barang. Jika tidak, cukup untuk makan malam. Suatu sore, mereka pergi ke Pasar Malam dengan harapan bisa menjual banyak. Setelah lama berjualan, tidak ada yang membeli banyak. Ibu Adi mulai sedih. “Ayo pulang, Bu,” kata Adi. “Sabar, Nak. Mungkin nanti ada rezeki,” jawab ibunya. Tiba-tiba, Adi menemukan sesuatu berkilauan di dekat gerobak mereka! Ternyata itu adalah rantai emas yang sangat panjang! Adi dan ibunya sangat gembira. Mereka mencoba membawa rantai itu ke gerobak. Semakin mereka bawa, rantai itu semakin panjang, tak ada habisnya! Penjual lain di Pasar Malam berteriak, “Hati-hati! Jangan terlalu banyak!” Adi ingin memotong rantai itu, tapi ibunya tidak mengizinkan. Ibunya terus menarik rantai itu. Gerobak mereka akhirnya terlalu berat dan roboh! Adi dan ibunya harus membersihkan kekacauan itu. Adi menyesal karena terlalu tamak. Ingatlah, orang yang tamak selalu rugi!

Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kehidupan Sehari-hari di Kampung

Rimbun Cinta Di Taman Jiwa by CKK2

Semangat Dari Bukit by CKK2