Tebu di Pasar Malam
Di pasar malam yang ramai, ada sekelompok anak nakal berencana untuk mengambil alih permainan bola mereka dari anak-anak lain. Mereka mendekati penjual es krim yang menjadi seperti raja di pasar malam itu. “Pak Cik, kalau kami bisa mengerat sebatang tebu tanpa putus, kami akan memberikan semua uang jajan kami kepada Pak Cik.”
“Bagaimana kalau tidak bisa?” tanya Pak Cik.
“Pasar malam ini akan menjadi milik kami!” jawab anak-anak itu.
Pak Cik berpikir keras. Dia meminta bantuan seorang anak kecil yang pintar. Anak kecil itu setuju membantu. Saatnya tiba, anak-anak nakal itu datang. Anak kecil itu mengerat tebu itu dengan cepat, dan… *potong!* Tebu itu putus!
Anak-anak nakal itu tertawa senang. Tapi anak kecil itu berkata, “Tebu ini tidak putus, karena saya akan menanam kembali pucuknya di sini. Lihat!” Anak kecil itu menanam pucuk tebu itu. Anak-anak nakal itu terdiam dan menyesal. Mereka memberikan semua uang jajan mereka kepada Pak Cik, dan Pak Cik mengingatkan mereka untuk bermain dengan jujur.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan