Tebu di Pasar Malam
Mak Misah tinggal bersama dua anaknya, Melor dan Jali, di sebuah rumah dekat Pasar Malam. Sejak Ayah mereka tidak ada, Mak Misah menanam tebu di halaman rumah. Melor dan Jali suka sekali membeli tebu di Pasar Malam. Suatu hari, Mak Misah pesan, “Jangan beli tebu yang paling besar di Pasar Malam, itu untuk Ibu!”
Suatu hari, Mak Misah pergi ke Pasar Malam untuk membeli sayur. Tinggal Melor dan Jali. Jali meminta kakaknya membeli tebu yang paling besar di Pasar Malam. Walaupun sudah dilarang, Jali tetap ingin. Melor yang sayang adiknya, akhirnya membeli tebu yang besar itu.
Mak Misah sangat kecewa melihat tebunya sudah habis dimakan! Dia marah dan memarahi Melor. Melor merasa bersalah dan berdoa, “Ya Tuhan, semoga aku bisa menjadi orang yang lebih baik!”
Melor lalu membantu Mak Misah berjualan di Pasar Malam. Dia belajar bekerja keras dan membantu orang lain. Putera seorang pedagang di Pasar Malam melihat kebaikan hati Melor dan melamarnya. Melor pun menikah dan mereka hidup bahagia bersama keluarga di Pasar Malam yang ramai dan ceria.
Penulis: CKK2
Penerbit: Cerita Kanak-Kanak 2
Ulasan
Catat Ulasan